PADANG, suarapembaharuan.com - Kepolisian Daerah Sumatra Barat (Polda Sumbar) masin menunggu rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait dugaan mark-up hand sanitizer, yang menyeret Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat, Erman Rahman beserta istri.
Sebelumnya Polda Sumbar sudah membentuk tim khusus dari unit Krimsus untuk mengkaji kasus ini, namun rekomendasi BPK itu tetap diperlukan, sebagai dasar untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
"Kita menunggu rekomendasi dari BPK RI perwakilan Sumbar. Laporan itu kan diserahkan ke BPK pusat, nah kita menunggu nanti rekomendasi ke kita itu seperti apa. Sembari menunggu itu, tim yang kita bentuk kini sedang bekerja. Sedang dilakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (1/3/2021).
Kombes Stefanus mengatakan, pada awalnya dugaan mark-up pengadaan barang yang berkaitan dengan penanganan Coronavirus Disease 2019 ini memang menjadi temuan BPK RI. Kemudian, ditindaklanjuti oleh Pansus DPRD Sumbar.

Posting Komentar