JAKARTA, suarapembaharuan.com – Di tengah kepungan teknologi yang membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar, Gosh! Kids hadir membawa inovasi baru dalam dunia pendidikan anak. Perusahaan asal Singapura ini menawarkan konsep perjalanan wisata yang tidak hanya sekadar liburan, melainkan ruang untuk menjelajah, berkarya, dan mempererat ikatan keluarga secara nyata.
Gosh! Kids lahir dari keresahan pasangan Mathieu Beth Tan dan Gladys Soh saat melihat pertumbuhan putra mereka di Jepang pada tahun 2022. Mereka menyadari bahwa dunia adalah ruang kelas terbesar yang mampu membangun rasa percaya diri dan kemampuan adaptasi anak secara alami.
"Perjalanan bukan sekadar liburan, melainkan menjadi pengalaman pendidikan; kreativitas menjadi cara untuk mengamati dunia; dan setiap perjalanan menjadi kesempatan bagi keluarga untuk tumbuh bersama," ujar pihak Gosh! Kids dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026).
Empat Pilar Transformasi Pendidikan
Gosh! Kids merancang setiap programnya dengan empat pilar utama agar pengalaman belajar anak lebih mendalam:
1. Nature Immersion (Kembali ke Alam): Menghadirkan keluarga ke hutan, pegunungan, dan lanskap terbuka untuk melepaskan ketergantungan pada teknologi dan membangun ketangguhan fisik.
2. Creative Exploration (Eksplorasi Seni): Anak belajar langsung dari seniman lokal dan dibekali kamera untuk mendokumentasikan perjalanan mereka. Hal ini melatih daya observasi dan kemampuan bercerita anak.
3. Cultural Exchange (Pertukaran Budaya): Anak dan orang tua terlibat langsung dalam kehidupan komunitas setempat, menikmati kuliner, dan tradisi lokal untuk membangun perspektif global.
4. Family Connection (Ikatan Keluarga): Berbeda dengan tur konvensional, orang tua diwajibkan terlibat aktif. Program ini menciptakan lingkungan “a moving kampung” atau komunitas kecil antar keluarga yang saling mendukung.
Testimoni Orang Tua: Lebih dari Sekadar Liburan
Sejumlah orang tua yang telah mengikuti program ini merasakan perubahan signifikan pada anak-anak mereka. Fion Zhuo, salah satu orang tua peserta, mengaku terharu melihat anaknya, Coen (9), mampu berkomunikasi lintas bahasa dengan anak-anak lokal di Chiang Mai.
"Saya sangat menghargai momen-momen bersama anak saya selama perjalanan, terutama saat kami menulis jurnal rasa syukur bersama. Perjalanan memberi ruang dan waktu bagi keluarga untuk melambat dan benar-benar hadir satu sama lain," ungkap Fion.
Senada dengan itu, Serine Lee, orang tua peserta program di Taipei, melihat anaknya lebih peka terhadap lingkungan sekitar. "Anak-anak sangat luar biasa. Ketika mereka berada di lingkungan yang baru, radar observasi mereka langsung aktif," tuturnya.
Program Unggulan Gosh! Kids untuk Keluarga Indonesia
Gosh! Kids kini telah berekspansi ke berbagai destinasi seperti Singapura, Jeju, Chiang Mai, Taipei, Okinawa, hingga Jawa Barat. Adapun program utama yang ditawarkan meliputi:
- Overseas Creative-Culture Camps: Perjalanan keluarga lintas negara yang menggabungkan alam, budaya, dan kreativitas selama libur sekolah.
- International Preschool Exchange: Program pertukaran siswa selama 1–3 minggu di Singapura dan Taiwan untuk melatih kemampuan bahasa dan kepercayaan diri anak.
- Local Creative Photography & Videography: Program berbasis sekolah yang mendorong anak menjadi kreator melalui fotografi dan pembuatan film, guna melatih kemampuan berpikir kreatif sejak dini.
Dengan pendekatan ini, Gosh! Kids membuktikan bahwa percakapan paling bermakna bagi keluarga tidak terjadi di ruang kelas, melainkan saat mereka berpetualang dan menemukan dunia bersama-sama.
Kategori : News
Editor : AHS




Posting Komentar