• Jelajahi

    Copyright © Suara Pembaharuan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Monetize your website traffic with yX Media

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan 28 TKI ke Malaysia

    2/21/21, 17:10 WIB Last Updated 2021-02-21T10:10:49Z
    Monetize your website traffic with yX Media
    Monetize your website traffic with yX Media

    TANJUNG BALAI, suarapembaharuan.com - Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan menggagalkan penyelundupan 28 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan tujuan Malaysia. Kapal nelayan bermuatan TKI itu diamanka di di Perairan Tanjung Kumpul, Sumatera Utara (Sumut).


    istimewa


    Balai Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory mengatakan, kapal pengangkut TKI yang tidak dilengkapi dokumen itu diamankan sekitar pukul 05.30 WIB. Seluruh TKI yang mau diselundupkan ke Malaysia itu, diangkut dari pelabuhan kecil di Tanjung Balai.



    "Kapal yang diamankan jenis Cumi dengan bobot 7 GT, dengan 1 orang nakhida dan 4 orang anak buah kapal (ABK) bersama 28 TKI illegal tersebut, sudah diamankan. Mereka berusaha kabur saat didatangi petugas," ujar Robinson Hendrik Etwiory melalui siaran persnya, Minggu (21/2/2021).



    Robinson Hendrik menyampaikan, 28 TKI yang mau dimasukkan secara diam - diam ke negeri jiran Malaysia tersebut, dengan perincian 16 orang laki-laki 11 orang perempuan dan 1 balita (3) perempuan. Bersama nakhoda dan ABK, seluruh TKI itu dibawa menuju panton nelayan di Bagan Asahan.



    Robinson menyebutkan, patroli TNI AL dilaksanakan secara rutin. Pihaknya melancarkan operasi di tengah perairan untuk  menindaklanjuti komitmen Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, Koarmada I terus giat melancarkan operasi di tengah perairan.



    Upaya penggagalan tersebut pun mendapat apresiasi Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid K. Abu Rasyid mengatakan TNI AL akan selalu hadir melaksanakan tugas patroli.



    Patroli itu, kata dia, memang merupakan hal rutin dilaksanakan terutama di tempat-tempat yang disinyalir menjadi jalur-jalur keluar masuk tidak resmi baik itu penyelundupan tenaga kerja ilegal, komoditi dari luar negeri, barang ilegal, bahkan narkoba yang saat ini disinyalir masih saja terjadi di Wilayah Kerja Koarmada I.



    "Perairan Timur Sumatera di sepanjang Selat Malaka yang berbatasan dengan negara tetangga masih banyak digunakan sebagai pelintasan penyelundupan tenaga kerja ilegal, melalui pangkalan-pangkalan jajaran Koarmada I, TNI AL akan terus melakukan pengawasan dan melaksanakan pemberantasan tindakan penyelundupan baik itu tenaga kerja ilegal, narkotika, penyelundupan komoditi dan tindakan illegal lainnya yang berpotensi terjadi," sebutnya

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini