Selama Setengah Hari, Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas Sebanyak 13 Kali

KARO, suarapembaharuan.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), meletus dengan meluncurkan guguran awan panas sebanyak 13 kali.



Kepala PVMBG, Andiani melalui keterangan resmi menyampaikan, jumlah letusan dan guguran awan panas meningkat dari pagi hari sampai sekitar pukul 12.00 WIB.



"Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, memantau letusan dengan ketinggian 1000 meter dan meluncurkan warna asap berwarna kelabu," ujar Andiani, Selasa (2/3/2021).



Untuk guguran awan panas sebanyak 13 kali dengan jarak luncur 2000-5000 meter mengarah ke Timur dan Tenggara. Selain itu, juga teramati guguran dengan jarak luncur 500-1000 meter mengarah ke Timur, Tenggara dan Selatan.



"Letusan Sinabung menimbulkan gempa dengan amplitudo 40 mm, durasi 191 detik. Sedangkan low frewensi sebanyak 23 kali dengan amplitudo 5 - 25 mm dengan durasi 10 - 40 detik," kata Andiani



Begitu juga dengan teknonik jauh dengan amplitudo 22 mm, Sap 14 derik dan durasi selama 51 detik. Tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-5 mm (dominan 3 mm)



Meski aktivitas Sinabung semakin meningkat, PVMBG memantau cuaca di Tanah Karo terpantau cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat. Suhu udara 18-26 °C. 



Secara visual, Sinabung terlihat jelas dengan kondiai kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100-500 m di atas puncak kawah. 


Andiani mengimbau, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer (km) dari puncak Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.



"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh," jelasnya.



Selain itu, Andiani juga mengingatkan masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama