Menjelang Pergantian Kabinet, Relawan Jokowi Kritik Luhut Panjaitan dan Teten Masduki

MEDAN, suarapembaharuan.com - Relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Relawan Indonesia Kerja (RIK) mengkritik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.


Istimewa

Kedua menteri itu dikritik menjelang reshuffle kabinet dalam waktu dekat menyusul penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset Teknologi, serta pembentukan Kementerian Investasi


Ketua Umum RIK Sahat Simatupang, mengatakan, LBP tidak tepat menggawangi kementerian yang berurusan dengan investasi karena terbukti belum berhasil membawa investasi besar ke Indonesia di sisa masa kekuasaan Presiden Jokowi hingga 2024 mendatang.


"Target pertumbuhan ekonomi 7 persen sesuai janji kampanye Jokowi saat Pilpres 2014 lalu semakin mustahil tercapai. Investasi besar pengusaha luar negeri yang diharapkan Jokowi masuk ke Indonesia mendongkrak pertumbuhan ekonomi semakin jauh dari harapan, dan menteri yang akan bertanggung jawab atas kegagalan mendatangkan investasi luar negeri salah satunya LBP," kata Sahat Simatupang, Rabu 14 April 2021.


Sahat menilai, kerja LBP meyakinkan investor asing masuk ke Indonesia sudah maksimal, bahkan sampai membawa Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke Danau Toba namun investasi yang diharapkan tak kunjung masuk. "Kami mendapat informasi justru Menlu China ke Danau Toba menawarkan internet security sistem, bukan membawa nama - nama calon investor China," ujar Sahat. 


Padahal, sambung Ketua Majelis Nasional Perhimpunan Pergerakan 98 ini, regulasi investasi sudah dibikin senyaman mungkin untuk investor lewat Undang - Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020. "Seharusnya Indonesia surga bagi investor," ujarnya.


Sahat menilai, usulan mengganti LBP bukan tanpa alasan, karena tempat yang tepat untuk LBP bukan Kemeterian Kemaritiman dan Investasi. "Dengan segala hormat, LBP lebih tepat mengurus soal - soal kebangsaan dan nasionalisme daripada urusan investasi," tutur Sahat.


Adapun Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menurut Sahat, belum berhasil membawa koperasi menjadi pemain kunci kebangkitan ekonomi berdampingan dengan usaha skala besar. Prestasi Teten, ujar Sahat, baru berhasil menyalurkan bantuan langsung tunai UKMK.


"Namun road map peningkatan kontribusi  UMKM terhadap produk domestik bruto menjadi 65 persen dan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB menjadi 5,5 persen, dan peningkatan kontribusi ekspor UMKM menjadi 17 persen sesuai terget Menkop Teten belum terlihat nyata," ujar Sahat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama