-->
  • Jelajahi

    Copyright © Suara Pembaharuan
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Serang Mabes Polri, Densus 88 Buru Pencuci Otak Zakiah Aini

    4/03/21, 08:42 WIB Last Updated 2021-04-03T01:42:19Z
    Monetize your website traffic with yX Media
    Monetize your website traffic with yX Media

    JAKARTA, suarapembaharuan.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dikabarkan memburu terduga teroris yang mencuci otak Zakiah Aini, pelaku penyerangan Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) kemarin.


    Istimewa

    Pelacakan terhadap kelompok jaringan terduga teroris oleh petugas antiteror dengan melibatkan Tim Cyber Crime Polri. Selain itu, pengejaran berdasarkan keterangan dari sejumlah terduga teroris yang ditangkap.


    Berdasarkan informasi yang diperoleh SP, Sabtu (3/4/2021), Tim Cyber Crime Polri dilibatkan melakukan pengusutan dengan melacak akun media sosial (Medsos) Zakiah Aini, jauh hari sebelum melakukan penyerangan tersebut.


    Adapun akun medsos yang dilacak itu meliputi Twiter, Instagram, Facebook, WhatsApp maupun media sosial lainnya. Kabar yang beredar, Zakiah Aini juga menggunakan identitas lain saat berinteraksi di medsos.


    Namun petugas belum dapat memastikan kapan Zakiah Aini terpapar aliran radikal tersebut. Sehingga, petugas mencoba menelusuri masalah ini dari kampus tempat Zakiah Aini mengenyam pendidikan.


    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memastikan bahwa Zakiah dikeluarkan dari kampus saat masih jadi mahasiswi semester V. 


    Namun, lanjut Rusdi, kepolisian akan mencari penyebab kenapa Zakiah di DO, termasuk apakah berkaitan dengan terorisme.


    “Yang jelas sudah semester V harus meninggalkan Kampus ya. Kita meneliti lagi, mendalami penyebabnya ketika semester V harus meninggalkan kampus,” tuturnya.


    Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerangkan bahwa pelaku penyerangan Mabes Polri, Zakiah Aini (25), pernah mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Namun dia tidak menyelesaikan studinya alias drop out (DO).


    “Tersangka ini, mantan mahasiswa di salah satu kampus, dan drop out pada saat di semester V,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).


    Dari penelusuran polisi, pelaku memiliki ideologi dan pemahaman radikal negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun dia beraksi sendiri atau lone wolf.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini