Iklan

Politik

Hebat, Anjing Pelacak Deteksi Orang Terpapar Covid-19

25/05/2021, Mei 25, 2021 WIB Last Updated 2021-05-25T05:34:09Z

LONDON, suarapembaharuan.com - Ilmuwan di Inggris tengah mengembangkan  pendeteksi dalam melacak orang yang terpapar Covid-19. Tidak menggunakan alat canggih namun ilmuwan melatih anjing pelacak untuk memastikan orang yang terpapar.


Istimewa

"Anjing yang sudah terlatih ini bakal dimanfaatkan di bandara maupun kawasan lokasi yang selalu menjadi tempat berkumpul masyarakat. Anjing diharapkan dapat mendeteksi 'bau corona' dari orang yang sudah terpapar," ujar kalangan ilmuwan di Inggris, dikutip Selasa (25/5/2021).


Ilmuwan menilai, anjing yang dilatih itu dapat mendeteksi orang yang terpapar dari kaus kaki yang digunakan. Dengan demikian, pemerintah, aparat maupun petugas kesehatan di Inggris, semakin mudah dalam menangani pandemi Covid-19 di negara tersebut.


Disebutkan, ada dua orang petugas dengan membawa anjing terlatih itu saat mengendus orang yang turun dari pesawat. Ratusan orang akan diendus dalam hitungan 30 menit dan sensivitas anjing ini mencapai 94,3 persen dari mereka yang terinfeksi. 


Dalam presentasi studi tahap awal, ilmuwan  melibatkan sekitar 3.500 sampel bau yang disumbangkan dalam bentuk kaus kaki atau kaos oblong yang tidak dicuci. Barang-barang tersebut dikenakan oleh anggota masyarakat dan petugas kesehatan. 


Para peneliti mengatakan, anjing-anjing itu bahkan mampu mengendus corona tanpa gejala atau ringan, serta kasus yang disebabkan oleh varian mutan yang muncul di Inggris akhir tahun lalu.


"Anjing bisa menjadi cara yang bagus untuk menyaring sejumlah besar orang dengan cepat dan mencegah Covid-19 diperkenalkan kembali ke Inggris," kata seorang profesor di Departemen Biosains Universitas Durham, Steve Lindsay, yang mengerjakan penelitian tersebut.


Sementara itu, spesialis pengendalian penyakit di London School of Hygiene & Tropical Medicine, James Logan, yang memimpin proyek tersebut mengatakan, keuntungan utama dari anjing pelacak dibandingkan metode penyaringan lain seperti pengujian aliran lateral yakni kecepatan luar biasa dan akurasi yang baik di antara kelompok besar orang.


Penelitian Inggris, yang diterbitkan online pada hari Senin sebelum ditinjau sejawat menambahkan, proyek percontohan lainnya di Finlandia, Jerman, Chili dan tempat lain yang menguji coba anjing pelacak yang dilatih deteksi Covid di bandara.


Anjing-anjing dalam penelitian di Inggris ini dilatih selama beberapa minggu dengan diperkenalkan pada 200 sampel bau dari orang-orang yang dites positif Covid-19, serta 200 sampel kontrol dari orang-orang yang dites negatif.


Anjing memiliki kinerja tertinggi dalam uji coba mendeteksi bau virus korona pada sampel dengan sensitivitas hingga 94,3 persen. Artinya risiko rendah hasil negatif palsu, dan spesifisitas hingga 92 persen, yang berarti risiko rendah hasil positif palsu.


Tim Logan mengatakan, akurasi ini lebih tinggi dari yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk diagnosis Covid-19. Anjing-anjing tersebut mengungguli tes aliran lateral, yang memiliki sensitivitas keseluruhan antara 58 persen dan 77 persen.


Pakar independen memperingatkan bahwa temuan tersebut perlu direplikasi dalam situasi dunia nyata.


"Bukti studi konsep ini menunjukkan bahwa anjing pendeteksi terlatih dapat digunakan di tempat-tempat seperti bandara, stadion olahraga dan tempat konser," kata ahli virologi dan profesor onkologi molekuler di Universitas Warwick, Lawrence Young.

Komentar

Tampilkan

Terkini