Iklan

Politik

Ganjar Pastikan Dampingi Penanganan Covid-19 di Kudus

06/06/2021, Juni 06, 2021 WIB Last Updated 2021-06-06T08:12:05Z

SEMARANG, suarapembaharuan.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerima kunjungan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Sabtu (5/6/2021). 


Istimewa

Secara langsung, Budi meminta Ganjar membantu pihaknya untuk memberikan pendampingan serta mengkomunikasikan berbagai hal terkait penanganan kasus Covid-19 di Kudus yang masih membutuhkan banyak pembenahan. 


"Maka saya minta Pak Ganjar membantu. Beliau kan pembina, jadi bisa mendukung Bupati Kudus kalau tekanannya terlalu banyak. Kadang-kadang Bupati pusing mesti ngapain, tapi kalau ada kakaknya, maka dia tenang. Sebagai kakak, Pak Gub bisa membantu backup,” katanya. 


Selain itu, Budi juga mengatakan ada beberapa hal yang perlu dibenahi dalam penanganan kasus Covid-19 di Kudus. Di antaranya pengelolaan beban rumah sakit di Kudus yang saat ini harus dikurangi. Ia menyarankan, pasien Covid-19 yang kondisinya berat diminta untuk dipindahkan ke rumah sakit lain, misalnya Semarang. 


Istimewa

"Selain itu, untuk yang positif Covid-19 namun OTG (Orang Tanpa Gejala), maka harus diisolasi terpusat. (Dan) Protokol kesehatan juga harus ditingkatkan," ucapnya. 


Budi menambahkan, meski jumlah tenaga kesehatan (nakes) telah ditambah, para nakes juga harus diberikan perlindungan agar mereka tidak terjangkit dan tidak menyebabkan penularan di rumah. Budi menganjurkan mereka diminta sementara tinggal di tempat khusus seperti hotel atau asrama. 


"Kami juga sudah bantu dengan menambah (jumlah) tenaga kesehatan. Dokter dan perawat sudah kami tambah, dengan total dokter 38 dan 70 perawat. Nanti kami carikan tambahan dari sini (Jawa Tengah), termasuk yang dari rumah sakit swasta," jelas Budi. 


Budi juga mengatakan sudah mengirimkan 50.000 antigen ke Kudus untuk mempercepat testing dan tracing. Mobil PCR dari Jogja juga sudah dikirimkan ke lokasi itu. 


"Saya minta tracing dan testing ditingkatkan, tapi kalau sudah positif jangan isolasi di rumah atau di rumah sakit dan ditungguin. Siapkan tempat isolasi terpusat, agar tidak menyebar. Saya juga sudah kirim 50.000 vaksin ke Kudus dan daerah penyangga sekitarnya, (nanti) juga akan kami tambah jatah vaksinnya. Dengan cara-cara ini, insya Allah bisa dikendalikan," tegasnya. 


Sementara itu, dari pertemuan tersebut Ganjar  mencatat  ada dua hal yang disampaikan Menkes Budi. Poin pertama terkait penanganan medis, dan itu telah terlaksana dan kedua, agar Ganjar lebih intenstif memberikan arahan dan pembinaan. 


"Nah ini tugas saya melakukan pembinaan pada Bupati Kudus. Maka saya minta Bupati Kudus nggak perlu ragu. Kalau harus melakukan tindakan tertentu, lakukan saja, kalau (merasa) ada kompetensi yang kurang, segera cari (bantuan) agar keputusan bisa cepat dan semua berjalan," tegas Ganjar. 


Ganjar juga meminta Bupati Kudus segera membuat tempat isolasi terpusat, sesuai permintaan Menkes. Karena semua masyarakat yang OTG harus dimasukkan ke tempat isolasi terpusat. 


"Kalau tidak ada tempatnya, kirim ke Semarang. Kami punya beberapa tempat isolasi terpusat. Atau kalau mau ke asrama haji Donohudan, disana juga ada. Sekarang yang penting Bupati perintahkan itu, maka semua bisa berjalan," ucap Ganjar. 


Ganjar juga mengajak masyarakat Kudus untuk membantu. Sejumlah daerah penyangga Kudus  diminta saling mendukung. Termasuk TNI/Polri diminta siaga. Ia mengatakan, banyak pihak sudah menyatakan dukungan dalam berbagai bentuk yang diperlukan. 


"Semuanya sudah diberikan. (Dan) Kami akan terus dampingi, bahkan saya punya tim yang mulai hari ini ngantor di Kudus. Kami dampingi dan advokasi, biar semuanya semangat kembali," pungkasnya.

Komentar

Tampilkan

Terkini