Iklan

Politik

Kacamata Berteknologi yang Mampu Scan Bentuk Wajah 3D

15/09/2021, September 15, 2021 WIB Last Updated 2021-09-15T11:46:28Z

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Kemajuan teknologi kini merambah ke dunia kacamata sebagai alat bantu melihat agar memandang lebih jelas dan jernih. 


Istimewa

Sebagai perusahaan retail kacamata terbaru, Viuum menawarkan sesuatu yang berbeda di industri optik yang selama berpuluh tahun tidak terlalu banyak menawarkan perubahan signifikan. 


Dirilis oleh Innovine Studio, pihaknya memberikan pengalaman pembelian kacamata yang benar-benar berbeda dengan dukungan teknologi mutakhir. 


Founder & CEO of Innovine Studio Indonesia, Seyoung Jung,  mengatakan pihaknya mencoba menjawab dua isu penting yang dihadapi seseorang saat membeli kacamata di retail kacamata konvensional. 


"Yang pertama adalah konsumen seakan terpaksa membuat pilihan tanpa informasi yang cukup. Kedua, kemampuan para optician yang tidak merata berimbas pada pelayanan yang kurang optimal kepada konsumennya,” kata dia dalam keterangannya Rabu (15/9/2021) yang baru saja membuka gerai pertamanya di Pondok Indah Mall 2, Jakarta.


Mereka mencoba memecahkan masalah ini dengan mengadopsi berbagai teknologi untuk otomasi sebagian besar peran optician dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan konsumen. 


Teknologi yang mereka terapkan meliputi scan wajah 3D dan alat analisis wajah, algoritma untuk merekomendasikan ukuran dan bentuk kacamata yang tepat untuk setiap wajah.


Rekomendasi otomatis pemeriksaan mata yang diperlukan untuk kondisi mata masing-masing individu, rekomendasi otomatis lensa yang tepat, dan yang tidak kalah pentingnya, kacamata dari hasil 3D printing yang hadir dalam 128 ukuran berbeda.


Istimewa

Menggabungkan semua inovasi ini, Viuum mampu menciptakan pengalaman baru dalam membeli kacamata secara cepat, praktis, dan efisien. Konsumen tidak perlu mencoba begitu banyak kacamata secara acak. 


Dengan Viuum, mereka mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan wajah, menerima layanan pemeriksaan mata yang lebih terstandardisasi, dan mendapatkan algoritma berdasarkan rekomendasi dengan lensa yang sesuai untuk memperbaiki penglihatan. 


Dengan alat ini, konsumen tidak perlu khawatir karena pegawai optik tidak akan menawarkan lensa dengan harga lebih mahal dan tidak sesuai kebutuhan. Dan terakhir, semua proses tersebut berlangsung kurang dari satu jam.


Dengan mengombinasikan software miliknya, pihaknya menjadi ritel kacamata pertama di Indonesia yang menawarkan kacamata dengan 128 ukuran yang berbeda, sesuai dengan fitur wajah dari setiap konsumen. Mengedepankan efisiensi, produksi kacamata dilakukan dengan menggunakan teknologi 3D printing. 


Gagang kacamata terbuat dari beta-titanium, sehingga lebih tahan karat, dapat mengurangi risiko alergi terhadap kulit dan membuat kacamata Viuum memiliki bobot yang sangat ringan. Bobot tersebut didistribusikan ke 2 titik di wajah, yaitu pada bagian hidung dan telinga.


Viuum juga menawarkan lensa terbaik, bekerja sama dengan Essilor. Baik lensa standar yang didistribusikan oleh Essilor maupun lensa premium yang diproduksi oleh Essilor, dilengkapi dengan fitur lensa esensial tanpa adanya tambahan biaya.


Di antaranya blue light protection, 420 UV protection, anti-glare, anti-smudge, anti-reflective dan scratch resistant. Adapun pengecualiannya untuk lensa yang perlu dibuat secara khusus yakni progresif dan transisi, semua lensa single vision dapat dipotong langsung di toko dan kemudian diterima oleh konsumen dalam waktu 30 menit setelah transaksi pembelian. 


Dengan Viuum, setiap komponen kacamata yang rusak hingga komponen terkecil sekalipun, dapat diganti dengan yang baru. VIUUM memberikan garansi hingga 6 bulan dan setelah garansi berakhir, perbaikan dapat dilakukan dengan biaya terjangkau. 


Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi konsumen, karena tidak perlu membeli kacamata baru layaknya jika mereka membeli di toko optik konvensional selama ini.




Komentar

Tampilkan

Terkini