Iklan

Politik

Wujudkan Zero Victim, BMKG Gencarkan Sosialisasi Mitigasi Bencana

09/10/2021, Oktober 09, 2021 WIB Last Updated 2021-10-09T05:44:17Z

PURWOREJO, suarapembaharuan.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di sepanjang pesisir Pulau Jawa bagian selatan. 


Ist

Langkah tersebut sebagai upaya mitigasi guna mewujudkan target zero victim (tanpa korban) manakala wilayah tersebut dihantam gempa bumi dan tsunami. Selain menggelar Sekolah Lapang Gempa (SLG) , BMKG juga melakukan susur jalur guna memeriksa kelaikan jalur evakuasi, termasuk keberadaan rambu-rambu sepanjang jalur tersebut. 


“Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian mitigasi untuk menekan potensi resiko pada tingkat minimal selain inovasi teknologi yang terus dikembangkan oleh BMKG,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam keterangannya Sabtu (9/10/2021) saat gelaran SLG di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.


Dwikorita menyebut, literasi kebencanaan masyarakat harus diperkuat. Terlebih di era disrupsi informasi seperti sekarang ini banyak sekali disinformasi maupun berita bohong yang beredar ditengah masyarakat dan menimbulkan keresahan juga kepanikan. 


Hal tersebut, kata dia, merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Maka dari itu, menurut Dwikorita, membangun literasi kebencanaan yang kuat membutuhkan sinergi dan kerja sama pentaheliks, yaitu pelibatan pemerintah, pakar atau akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa.


“Kolaborasi yang kuat akan mempercepat langkah penyebaran pengetahuan tentang bencana, sehingga masyarakat semakin kuat dalam mendukung kebijakan dan strategi penanggulangan bencana,” tuturnya. 


Dwikorita mengatakan bahwa pemeritah Dldaerah disepanjang selatan Jawa harus terus meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami. Penyediaan, penambahan, dan perbaikan jalur-jalur evakuasi, kata dia, menjadi salah satu langkah tepat untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. 


Ist

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami, Bambang S. Prayitno menjelaskan, wilayah Kabupaten Purworejo merupakan kawasan rawan gempa dan tsunami, karena lokasinya yang berhadapan dengan sumber gempa megathrust segmen Jawa dengan potensi gempa dengan magnitudo maksimum M8,7. Sumber gempa megathrust ini berada di zona subduksi yang merupakan tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasi di dasar laut Samudra Hindia selatan Purworejo. 


Jika gempa dengan skenario terburuk ini terjadi, kata Bambang, maka guncangannya dapat menimbulkan kerusakan di Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian Jawa Barat dan Jawa Timur. Sementara itu, karena episenter gempa dahsyat ini di dasat laut dengan kedalaman hiposenter yang dangkal maka dapat memicu terjadinya tsunami.


Sejarah mencatat bahwa wilayah Purworejo pernah dilanda gempa besar dan merusak pada tahun 1840, 1867, 1875, dan 1943. Sementara tsunami juga pernah terjadi pantai Purworejo pada tahun 1840 dan 1921.


Bambang menegaskan, sampai detik ini tidak ada satupun negara maupun teknologi di dunia yang mampu memprediksi kapan akan terjadi gempa termasuk besaran gempa dan letak gempa. Karenanya, selain pembangunan jalur evakuasi dan rambu, perlu juga disiapkan tempat penampungan bagi para pengungsi yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana. 


“Semua masih sebatas potensi dengan melihat sejarah kegempaan di wilayah tersebut. Mudah-mudahan tidak terjadi gempa yang disusul tsunami. Tapi manakala terjadi, pemerintah daerah dan masyarakat, beserta semua unsur-unsur masyarakat sudah siap dan tidak gagap dalam menghadapinya,” ujarnya. 


Agar lebih maksimal, maka simulasi harus sering dilakukan untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dan sarana yang disiapkan untuk mengurangi dampak bencana. Simulasi evakuasi mandiri ini, kata Bambang, untuk mengukur ketepatan lama waktu yang ditempuh oleh masyarakat ketika melakukan evakuasi sebelum terjadinya tsunami. 


“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mencari sumber informasi yang resmi yang dikeluarkan BMKG agar terhindar dari berita bohong,” pungkasnya.


Kategori : News

Editor     : AHS



Komentar

Tampilkan

Terkini