Iklan

Politik

Waspadai Kelompok Anarko Menyusup di Tengah Aksi Buruh

23/11/2021, November 23, 2021 WIB Last Updated 2021-11-23T07:58:52Z

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Puluhan ribu buruh yang tergabung dalam 60 federasi dan konfederasi serikat pekerja nasional bakal menggelar unjuk rasa pada 28-30 November 2021 mendatang.


Ilustrasi

Rencananya, unjuk rasa tersebut berlangsung di depan Istana Kepresidenan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan DPR RI.


Sementara, pada 6-8 Desember rencananya para buruh akan menggelar aksi mogok kerja nasional atau stop produksi seluruh pabrik yang ada di 30 provinsi, 150 kabupaten/kota.


Perlu diketahui, kelompok buruh menuntut kepada pemerintah agar upah minimum tahun depan, harus naik 10 % sesuai hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang mereka lakukan sebelumnya.


Sementara, pemerintah sendiri telah menetapkan upah minimum 2022, hanya naik 1,09 %. Apalagi 21 November ini, para gubernur seluruh daerah akan mengumumkan penyesuaian upah minimum provinsi (UMP).


Sementara, 30 November, para wali kota dan bupati akan mengumumkan upah minimum kabupaten/kota (UMK).


Sebagai informasi, Upah Minimum Provinsi (UMP) atau lebih dikenal dengan Upah Minimum Regional (UMR) di DKI Jakarta tahun 2021 adalah sebesar Rp 4.416.186.


Jika dinaikkan 10 %, maka UMP DKI Jakarta 2022 menjadi Rp 4.857.804. Sebagai catatan, DKI Jakarta tidak menggunakan UMK, hanya menggunakan UMP saja.


Pada aksi May Day 2021, kepolisian berhasil mengamankan puluhan orang yang disebut sebagai anarko di kawasan sekitar gedung Indonesia Labour Organization (ILO), Thamrin, Jakarta Pusat.


Aparat mengklaim, kaum anarko diduga ingin menyusup ke tengah-tengah massa aksi Hari Buruh Internasional dan akan membuat kerusuhan. "(Ada) 22 orang anak anarko diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan kala itu.


Aparat kepolisian pun menduga, aksi buruh yang menyuarakan tentang kesejahteraan buruh tidak murni disuarakan oleh kaum buruh dimana dalam aksi anarkis selalu ditunggangi oleh kelompok lain yang diantaranya adalah kelompok Anarko.


"Menyikapi tuntutan buruh yang akan melakukan aksi mogok nasional pada 24 November 2021 perlu diwaspadai adanya pihak lain yang memanfaatkan situasi tersebut dimana kelompok Anarko selalu eksis dalam aksi-aksi buruh," tegas pihak kepolisian.


Bicara soal anarko, pada 1 Mei 2019 lalu, dalam demonstrasi peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bandung, Jawa Barat, Jenderal Tito Karnavian, yang waktu itu masih menjabat Kapolri, juga mengungkap adanya kelompok anarko sindikalis yang terlibat dalam demonstrasi.


Personel anarko sindikalis, yang mengenakan pakaian serba hitam, disebut sebagai dalang kerusuhan disetiap aksi.


Menurut Tito, Anarko sindikalis adalah paham di mana para pekerja ingin bekerja dengan bebas, tidak terikat dengan aturan.


Salah satu ciri kelompok ini adalah coretan simbol 'A', yang jejaknya ditinggalkan dalam setiap kegiatan. Paham anarko sindikalis menyebar dari Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.


Di Indonesia, paham itu masuk beberapa tahun lalu dan tumbuh di kota-kota besar, seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar.


Banyak varian anarko selain sindikalis, antara lain anarko individualis, anarko antifasis, anarko komunis, anarko feminis, dan masih banyak lagi.


Semuanya adalah cabang paham anarkisme. Istilah anarko sindikalis atau revolusioner sindikalis muncul saat paham itu diadopsi gerakan buruh.


Rudolf Roker dalam buku Anarchism and Anarcho Syndicalism (1949) mengatakan banyak kaum anarkis menghabiskan sebagian aktivitas mereka di pergerakan buruh, sehingga melahirkan gerakan anarkis sindikalis.


Kategori : News

Editor     : AHS



Komentar

Tampilkan

Terkini