Gubernur Edy Rahmayadi Minta Pengurus Gereja Bentuk Satgas Protokol Kesehatan

MEDAN, suarapembaharuan.com - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta pihak gereja untuk membentuk satuan tugas protokol kesehatan (Satgas Prokes) saat melaksanakan ibadah natal dan tahun baru (Nataru).


Ist

"Pembentukan Satgas Prokes oleh pihak gereja ini sangat diperlukan dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Gelombang ketiga ini harus dapat dicegah secara bersama," ujar Edy Rahmayadi di Medan, Sabtu (04/12/2021).


Mantan Pangkostrad ini mengungkapkan, kasus Covid-19 selalu mengalami lonjakan setelah hari besar keagamaan. Lonjakan penyebaran virus corona ini tentunya mempengaruhi pemerintah menangani pandemi Covid-19.


"Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah juga dilakukan secara offline di gereja dan daring, jumlah yang diperbolehkan offline tidak lebih 50%. Kita berharap pengurus gereja maupun umat Kristiani memahami kondisi ini," kata Edy Rahmayadi.


Mantan Ketua Umum PSSI ini menyampaikan, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakatm (PPKM) level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). 


Penerapan PPKM Level 3 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru. Melalui Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/50/INST/2021.


"Kemudian dilakukan pembatasan spesifik antara lain, larangan melakukan pesta kembang api, pawai, arak-arakan dan kerumunan besar. Alun-alun dan fasilitas umum atau lapangan terbuka juga ditutup," pungkas Edy Rahmayadi.


Sementara itu, kalangan pemuda gereja menyatakan siap untuk mengikuti anjuran pemerintah terkait pembentukan Satgas Prokes saat ibadah gereja. Pemuda gereja sudah berkoordinasi dalam mencegah penularan virus corona ini.


"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pengurus gereja dalam menerapkan protokol kesehatan saat proses ibadah natal. Jemaat yang melaksanakan ibadah diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak dan memcuci tangan," kata seorang pemuda gereja, Robinson (26).


Robinson optimistis, penerapan protokol kesehatan secara ketat dapat mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat Nataru. Menurutnya, diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 tersebut.


Kategori : News

Penulis   : Arnold Sianturi



Lebih baru Lebih lama