Sejuta Strategi Demi Mengejar Target Vaksinasi

MEDAN, suarapembaharuan.com - Gebyar vaksinasi di tengah pandemi digencarkan polisi, TNI yang bekerjasama dengan pemerintah di kabupaten maupun kota. Sejumlah strategi juga dilakukan agar masyarakat bersedia untuk divaksin. Padahal, vaksinasi itu bermanfaat untuk masyarakat.


Ist

Di Kabupaten Tapanuli Selatan maupun daerah lainnya, pemerintah bersama aparat gabungan melakukan kolaborasi. Ada yang melaksanakan vaksinasi dengan hadiah sembako untuk masyarakat yang bersedia di vaksin. Ada juga gebyar vaksinasi dengan  hadiah umroh untuk peserta yang beruntung. Sepertinya, ada sejuta strategi untuk menuntaskan vaksinasi.


Pada Sabtu akhir pekan kemarin, ada strategi baru lagi yang mengundang masyarakat berduyun - duyun untuk menerima vaksinasi. Peserta yang mengikuti vaksinasi mendapatkan hadiah sabun pewangi. Meski nilainya tidak sebesar hadiah undian umroh, sabun wangi juga dianggap menggiurkan.


Gebyar vaksinasi berhadiah sabun wangi ini digelar oleh Polsek Percut Seituan di tiga lokasi. Gebyar vaksinasi ini untuk mengejar target vaksinasi 70 persen hingga akhir Desember 2021. Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengikuti gebyar vaksinasi ini.


Kegiatan vaksinasi ini dilaksanakan di Gedung Astaka Disporasu  Jalan Willem Iskandar sebanyak 558 vaksinasi, Pajak Gambir Tembung, sebanyak 214 vaksin dan Jalan Pembinaan Dusun 3 Desa Bandar Setia, sebanyak 166 vaksin.


Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto juga menyaksikan langsung gebyar vaksinasi di Gedung Astaka Disporasu  Jalan Willem Iskandar Medan tersebut. Dadang Hartanto mengapresiasi kerja keras bawahannya, beraama dengan TNI dan pemerintah, dalam mengejar target vaksinasi tersebut.


"Kita mengapresiasi aparat gabungan, tenaga kesehatan sekaligus masyarakat yang antusias untuk meneeima suntikan vaksin. Namun kita mengimbau masyarakat supaya tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Kita semua tidak boleh bereuforia setelah divaksin," ujar Dadang.


Dadang juga mendorong aparat gabungan juga terus menggencarkan vaksinasi sekaligus sosialisasi dalam mencegah gelombang ketiga Covid-19 saat liburan natal dan tahun baru (Nataru). "Kita semua harus siap dalam mencegahnya. Kerjasama masyarakat juga sangat dibutuhkan," katanya.


Di Kabupaten Tapsel, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mendorong aparat gabungan bersama pemerintah kabupaten menggenjot vaksinasi di tengah pandemi Covid-19. 


Kapolda Sumut mengemukakan hal itu saat meninjau vaksinasi massal masyarakat di Gedung Bagas Godang, Kecamatan Angkola Muara Tais, KabupatenTapanuli Selatan, Sabtu (11/12/2021). Di lokasi vaksinasi itu, masyarakat mendapatkan hadiah paket sembako.


"Saya datang kemari untuk mendorong, memberikan semangat dan memotivasi kepada teman-teman dari tim Kesehatan, yang bertujuan untuk mempercepat vaksinasi," ujar Kapolda Panca.


Kapolda Panca menyampaikan, pihaknya beralasan dalam menggenjot baksinasi di Tapsel. Soalnya, pencapaian vaksinasi untuk daerah tersebut masih sekitar 50 persen.


"Saya optimistis, bahwa target vaksinasi terhadap masyarakat mencapai 70 persen, dipastikan dapat tercapai jingga akhir bulan Desember 2021 nanti. Target ini sesuai dengan anjuran pemerintah pusat," sebutnya


Selain mengejar target vaksinasi, pemerintah juga sedang berupaya menekan lonjakan kasus Covid-19 di Sumut. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, misalnya, meminta pihak gereja untuk membentuk satuan tugas protokol kesehatan (Satgas Prokes) saat melaksanakan ibadah natal dan tahun baru (Nataru).


"Pembentukan Satgas Prokes oleh pihak gereja ini sangat diperlukan dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Gelombang ketiga ini harus dapat dicegah secara bersama," ujar Edy Rahmayadi.


Mantan Pangkostrad ini mengungkapkan, kasus Covid-19 selalu mengalami lonjakan setelah hari besar keagamaan. Lonjakan penyebaran virus corona ini tentunya mempengaruhi pemerintah menangani pandemi Covid-19.


"Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah juga dilakukan secara offline di gereja dan daring, jumlah yang diperbolehkan offline tidak lebih 50%. Kita berharap pengurus gereja maupun umat Kristiani memahami kondisi ini," kata Edy Rahmayadi.


Mantan Ketua Umum PSSI ini menyampaikan, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakatm (PPKM) level 3 jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). 


Penerapan PPKM Level 3 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru. Melalui Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/50/INST/2021.


"Kemudian dilakukan pembatasan spesifik antara lain, larangan melakukan pesta kembang api, pawai, arak-arakan dan kerumunan besar. Alun-alun dan fasilitas umum atau lapangan terbuka juga ditutup," pungkas Edy Rahmayadi.


Sementara itu, kalangan pemuda gereja menyatakan siap untuk mengikuti anjuran pemerintah terkait pembentukan Satgas Prokes saat ibadah gereja. Pemuda gereja sudah berkoordinasi dalam mencegah penularan virus corona ini.


"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pengurus gereja dalam menerapkan protokol kesehatan saat proses ibadah natal. Jemaat yang melaksanakan ibadah diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak dan memcuci tangan," kata seorang pemuda gereja, Robinson (26).


Robinson optimistis, penerapan protokol kesehatan secara ketat dapat mencegah lonjakan kasus Covid-19 saat Nataru. Menurutnya, diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 tersebut.


Penulis : Arnold Sianturi

Editor   : AHS



Lebih baru Lebih lama