Mengulik Kedermawanan Terbit Rencana PA, Gemar Umrohkan Warganya ke Tanah Suci

STABAT, suarapembaharuan.com - Diiringi  angin kencang disertai gerimis, langkah ratusan warga yang berdatangan dari Stabat dan berbagai desa di pelosok Langkat tetap teguh menuju rumah Khatijah Gultom di Komplek Perumahan Pemda Stabat, Kamis malam (27/01/2022) kemarin.


Ist

Tujuannya untuk  melakukan do’a bersama atas kesehatan dan keselamatan untuk Terbit Rencana PA, yang mereka kenal sebagai sosok dermawan yang senantiasa ikhlas menyisihkan rezekinya untuk menolong siapa saja.


Lantunan ayat suci Al Fatihah, Surah Yasin, dan do’a yang dibacakan terdengar menyayat hati, khususnya bagi sebagian orang yang pernah diberangkatkan melaksanakan Umroh yang ikut dalam acara do’a bersama itu. Diantaranya para penggali makam, bilal mayat, dan kaum duafa, dan lainnya.


Teramat sulit bagi mereka melupakan kebaikan lelaki kelahiran Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala ini. Hati mereka terusik dan sulit menerima atas musibah yang dialami Terbit Rencana PA, dari segala penjuru.


Satu irama, dengan satu tujuan, mereka berharap agar Allah memberikan kekuatan dan keselamatan bagi publik figur yang sedang diterpa berbagai fitnah itu.


"Ya Allah berilah kekuatan dan keselamatan bagi orang tua yang sudah mengantarkan kami ke Rumah-Mu ya Allah. Lepaskan dia dari segala masalah ya Allah," pinta pria yang biasa disapa Ustadz Rahul itu, sembari diamini jamaah yang hadir di sana dengan penuh haru.


Cita-cita Umrohkan 1000 orang

Sebelum menjabat sebagai bupati, kata Rahul, Terbit Rencana PA sudah sering memberangkatkan warga Langkat pergi Umroh. Pastinya, 319 orang sudah berangkat ke tanah suci sejak tahun 2017, dari kocek pribadinya. Harapannya, hanya untuk meraih ridha dari Allah Sang pemberi Rahmat.


Program Umroh gratis itu dilaksanakan secara periodik. Biasanya, setiap tiga atau empat bulan, selalu ada yang diberangkatkan ke tanah suci. Terlebih lagi saat bulan Ramadhan. Ada 43 orang yang kebrangkatannya tertunda karena covid-19. Begitupun, mereka akan tetap segera diberangkatkan, meskipun pak Terbit sedang tak di samping kita saat ini,” lanjut penceramah asal Kuala itu.


Kata Rahul, ayah dengan dua anak tersebut bercita-cita ingin memberangkatkan 1.000 warganya Umroh ke tanah suci. Lebih dari 65 persen diantaranya adalah penggali kubur dan para bilal mayit. Semua itu dilakukan Terbit hanya untuk meberikan kebahagiaan kepada warganya.


Di tahun 2018 silam, sebut Rahul, seorang lelaki warga Padang Cernin, Selesai yang diberangkatkan Umroh, meninggal di tanah suci. Pada keberangkatan berikutnya, istri dari lelaki itu diumrohkan. Tujuannya, agar sang istri bisa berziarah ke makam suaminya yang meninggal di tanah suci.


Suami istri ke Tanah Suci

"Saya mengenal beliau (Terbit), sebagai sosok yang sangat dermawan. Beliau sangat respek dengan kegiatan keagamaan dan suka membantu orang yang lemah. Beliau merasakan kebahagiaan tersendiri dari apa yang dilakukan beliau untuk warganya,” lanjut pria berkulit cokelat itu.


Warga Dusun II, Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat Sartono Amas (68) mengisahkan, dia diberangkatkan Umroh di tahun 2019. Sejak menjadi penggali kubur dari tahun 1975, dirinya tak pernah membayangkan bisa berangkat Umroh. Tapi bisa terlaksana atas kedermawanan Terbit Rencana. (SP).


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama