Milad 70 tahun, UISU Starting Poin untuk Tetap Unggul

MEDAN, suarapembaharuan.com – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) genap berusia 70 tahun, pada Jumat (07/01/2022). Harapan dan doa para pendiri menjadi spirit bagi pengurus yayasan maupun civitas akademik dalam membangun sinergitas menuju UISU unggul.


Ist

“Alhamdulillah, UISU sudah mencapai usia yang sangat matang, 70 tahun. Kita terus berkomitmen mencerdaskan kehidupan beragama dan berbangsa, sehingga siap menghadapi dinamika di era industri 5.0,” ungkap Ketua Umum Yayasan UISU, Prof. H. Ismet Danial Nasution, drg, PhD, Sp.Pros(K), FICD, di sela prosesi ziarah ke makam para pendiri UISU, Kamis (06/01/2022).


Ziarah ke makam para pendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pada Milad Ke-70 Tahun UISU. Sehari sebelumnya, digelar kegiatan silaturahmi dan pemberian cendera mata kepada Rektor maupun Wakil Rektor UISU dari periode awal hingga Periode 2015-2019.


Menerima kunjungan Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Lamantjitji Perkasa Alam, ST., Rabu (4/1/2022) mengawali rangkaian kegiatan pada Milad Ke-70 Tahun UISU. Di hari yang sama, digelar silaturahmi dan pemberian tali asih kepada keluarga para pendiri UISU. 


“Kegiatan puncak digelar tepat di hari milad. Kegiatan puncak ini akan diisi dengan pidato ilmiah Prof. Dr. Umar Zein,” tukas Prof Ismet, didampingi Sekretaris Umum Yayasan UISU, Ir. Indra Gunawan, MP.


Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaludin, MAP, yang ditemui wartawan di Pekuburan Muslim Medan Amplas usai prosesi ziarah makam Alm. KH. Rivai Abdul Manaf Nasution, menegaskan pidato ilmiah disampaikan Prof. Dr. Umar Zein di hadapan sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhannya sebagai Guru Besar.


Tampak turut mengikuti prosesi ziarah makam para pendiri UISU, antara lain WR IV Andang Suhaimi, SS, MA; Dekan FE Dr. Hj. Safrida, SE, M.Si; Dekan Pertanian Dr. Murni Sari Rahayu, SP, MP; Dr. Supriadi, SE, MM, M.Si, serta unsur akademik lainnya. Di kesempatan ini, Rektor UISU menyampaikan terimakasih tak terhingga atas perjuangan para pendiri UISU.


Di hadapan perwakilan anak-anak pendiri UISU, antara lain H. Ikrom Nasution dan Ir. Rizal Fahmi Nasution, Rektor UISU juga menyampaikan tekad mengembalikan kejayaan UISU dan menjadikan UISU unggul di semua fakultas.


Juga menanggapi wartawan, Prof. Ismet kemudian mengurai perjalanan sejarah UISU. “Berdirinya UISU pada awal tahun 1951 merupakan prakarsa lima pemuda pejuang, yakni H. Bahrum Djamil, SH. (alm), H. Adnan Benawi, SH. (alm), Hj. Sariani, AS (almh), Drs. H. Sabaruddin Ahmad (alm) dan dan KH. Rivai Abdul Manaf  Nasution (alm),” buka Prof Ismet.


Asessor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) ini melanjutkan, pada 7 Januari 1952, bertepatan dengan 05 Rabiul Akhir 1371 Hijriyah, dibukalah kelas persiapan yang merupakan cikal bakal Fakultas Hukum.


“Kemudian kelima pejuang terebut menghadap Notaris H. Soetan Pane Paroehom untuk mendirikan dan membangun sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Perguruan Tinggi Islam Indonesia Medan. Badan hukum yayasan itu tertuang dalam akta Nomor  63,” ungkapnya pula.


Dalam perjalanan berikutnya di tahun 1954, yayasan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Indonesia Medan berubah nama menjadi Yayasan UISU yang berkedudukan di Medan. Menurut Prof. Ismet, lahirnya unversitas tertua di Sumatera ini tak terlepas dari restu dan dukungan sejumlah tokoh nasional, antara lain Muhammad Natsir dan Muhammad Roem, serta Sultan Deli (Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah) dan Gubernur Sumatera Abdul Hakim Harahap.


Dalam catatan waktu, sebutnya lagi, berdirinya UISU hampir serentak dengan berdirinya sejumlah universitas Islam di nusantara, yakni Universitas Islam Indonesia  (Yogyakarta), Universitas Muslimin Indonesia (Makassar) dan Universitas Islam Bandung. “Tentunya harapan dan doa para pendiri Yayasan UISU menjadi spirit bagi warga UISU dalam mengembalikan kejayan dan memajukan UISU,” ungkap tokoh pendidikan ini.


Prof. Ismet pun mengurai, harapan dan doa para pendiri UISU tertuang dalam ungkapan para pendiri UISU, yakni “Melepas Kelopak yang Terkulai, Menyambut Mayang yang Mengurai”. Ungkapan ini menyiratkan makna sangat mendalam, antara lain UISU merupakan lembaga pendidikan tinggi yang akan menghasilkan/melepas sarjana muslim ke tengah-tengah masyarakat, sesuai khithah (misi) UISU.


Ungkapan kedua adalah, “Batu demi batu di bawah terik matahari kita bangun UISU.” Ini menyiratkan betapa luhur dan ikhlasnya niat para pendiri, semata untuk mencerdaskan kehidupan beragama dan berbangsa.


“Niat suci dengan buah karya monumental ini harus tetap kita jaga eksistensinya agar tidak menyimpang dari wijhah (visi) dan khithah (misi) serta tujuan UISU,” pungkas Ismet.


Di kesempatan sama, Indra Gunawan menyebut rangkaian Peringatan Milad Ke-70 Tahun UISU diusung dengan tema “Membangun Sinergitas Menuju Unggul".


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama