Kota Medan Diterjang Banjir, Warga Tagih Janji Menantu Presiden Jokowi

MEDAN, suarapembaharuan.com - Tingginya curah hujan, pada Minggu (27/2/2022) sore mulai hingga malam hari, mengakibatkan pemukiman masyarakat di Kota Medan, mengalami banjir. Warga menagih janji Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution.


Ist

Pantauan di beberapa lokasi banjir, tidak hanya rumah warga yang digenangi air, namun jalan protokol serta fasilitas umum seperti rumah sakit dan balai persemayaman juga tidak luput dari banjir.


Pantauan air menggenangi beberapa ruas jalan hingga membuat sejumlah kendaraan mogok. "Ini memang bencana alam. Namun kami tidak salah menagih janji menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa kampanye untuk menanggulangi banjir," ujar seorang warga Medan, Safitri (46).


Di Jalan Garu I Kecamatan Medan Amplas, air naik ke badan jalan hingga hampir selutut orang dewasa. Mampetnya saluran drainase membuat air masuk ke dalam rumah dan tempat usaha warga.


“Parah kali ini hujannya. Nggak pernah kekgini, baru ini kejadian di Garu I,” sebut pemilik usaha pangkas Beny.


Kondisi serupa juga terjadi di ruas Jalan Garu VI Kecamatan Medan Amplas. Air naik hingga selutut orang dewasa, membuat kendaraan roda empat dan roda dua terpaksa putar balik.


Ist

Salah seroang warga, Safar Harahap mengatakan, air mulai naik di Jalan Garu IV sekitar pukul 19.00 WIB tadi. Air masuk ke dalam rumahnya, meski tinggal di komplek perumahan yang lebih tinggi dari badan jalan.


“Parah kali ini, ngak pernah-pernah kekgini biasanya cuma jalan aja yang tergenang. Kalau kali ini air pun masuk sampai ke dalam rumah,” katanya.


Penyebab banjir sendiri tidak mutlak hujan yang berkepanjangan, tapi juga disebabkan belum terkoneksi dengan baiknya ke jalur pembuangan akhir.


Seperti banjir yang terjadi di Jalan Bahagia By Pass, Jalan Teladan, Jalan Turi, dan lainnya. Drainase dk kawasan itu sudah dilakukan pengorekan. Bahkan di pasang U-Ditch. Sayangnya, di persimpangan tiga di Jalan Seksama drainase tidak tembus. Akibatnya genangan air cukup tinggi. Parahnya lagi, sejumlah kendaraan roda dua mogok.


Begitu juga yang dituturkan Lilik. Akibat hujan yang turun sampai tiga jam lebih, air sudah masuk ke dalam rumah. Hal ini disebabkan, parit tidak mampu menampung debit air. Padahal parit di lingkungan rumahnya tersambung ke drainase utama yang berada di ujung Jalan Bakti Gang Sehat.


“Paritnya dangkal. Setiap hujan beginilah. Harusnya parit bisa diperlebar,” ungkapnya. Kondisi banjir juga terjadi di Jalan Garu 3. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.


Pantauan di seputaran kawasan Lapangan Merdeka juga terendam banjir. Air hampir setinggi lutut orang dewasa.


Banjir juga membuat warga yang bermukim di bantaran sungai Deli, kawasan Kampung Aur, terpaksa mengungsi karena air meluap dan menggenangi pemukiman mereka setinggi 1 meter lebih.


Banjir juga terjadi di area Balai Persemayaman Tionghoa di Jalan Logam Medan. Tampak mobil ambulans tergenang air serta tempat persemayaman juga tidak luput dari genangan air.


Air juga menggenangi jalan Karya Wisata di depan Komplek JIP I. Padahal di kawasan itu baru dilakuka pengerjaan proyek U-Ditch untuk drainase. Namun jalan tetap juga tergenang air.


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama