Mahasiswa Desak Petinggi UINSU Usut Dugaan Penyelewengan Dana KIP

MEDAN, suarapembaharuan.com - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) desak pihak Kampus mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.


Ilustrasi

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima SP, Selasa (22/3/2022), setiap mahasiswa yang lolos menerima dana beasiswa bantuan KIP kuliah diduga dipungut biaya administrasi oleh pihak kampus (koordinator penyeleksi) dengan modus sebagai uang pembangunan untuk Universitas.


"Penyeleksian calon penerima dana KIP itu diduga ada kecurangan bang, agar bisa lolos seleksi mahasiswa harus menggunakan jasa calo (Koordinator penyeleksi-Red) yang sudah dipersiapkan pihak kampus di setiap Fakuktas," ujar seorang mahasiswa.


Menurutnya, 100 persen dana itu seharusnya diberikan sepenuhnya kepada mahasiswa tanpa pemungutan apapun. Namun faktanya, selama proses pencairan mahasiswa hanya memperoleh dana sekitar Rp 4 juta pada awal pencairan, jauh dari total awal.


"Kemarin itu penerimaan dana KIP mahasiswa itu persemester kan seharusnya Rp.6 juta, namun permasalahannya saat pencairan mahasiswa tak menerima dana full lantaran sudah dipotong duluan. Untuk awal kami menerima sekitar Rp.4 juta namun selanjutnya hanya skitar Rp.3 juta," sebutnya.


Sagat disesalkan, program bantuan dana pendidikan yang seharusnya membantu mahasiswa meringankan biaya kuliah ditengah pandemi covid-19 ini terindikasi disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi.


"Yah kalau dipotong sekitar Rp.300 ribu bagi kami gak masalah bang, karna kan kami anggap sebagai uang terimakasih. Ini potongannya gak masuk akal, nominalnya hingga jutaan langsung dipotong. Itu bukan uang terimakasih lagi tapi pemerasan," kata sumber itu bernada kesal.


Disebutkannya, selama proses penyeleksian beasiswa KIP kuliah, mahasiswa harus menandatangani surat pernyataan yang mengatasnamakan UINSU. Karna dianggap dapat mencoreng nama baik Kampus, mahasiswa meminta agar pihak kampus segera mengusut tuntas kasus tersebut.


"Atas prilaku tersebut, kami sebagai mahahsiswa UINSU mendesak pihak Universitas segera mengusut tuntas oknum-oknum yang tak bertanggung jawab atas dugaan indikasi penyelewengan dana KIP kuliah, karna tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik Kampus kami yakni UINSU," harapnya.


Sementara, Ketua Badan Koalisi Mahasiswa (BKM) UINSU Dwi Andrean Panjitan, kecewa terhadap prilaku bengis oknum pemungut biaya bantuan KIP kuliah kepada mahasiswa. Karna tindakan tersebut berpotensi menimbulkan citra negatif terhadap kampus UINSU.


"Kami minta pihak kampus segera mengusut kasus ini sampai tuntas. Giling semua mafia beasiswa dari atas sampai bawah jangan tebang pilih. Jika dalam waktu dekat kasus ini tidak tuntas juga kami akan lakukan demo besar-besaran karna bukti sudah lengkap kami pegang," ungkap Dwi Andrean. (Ril)


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama