NATO Tolak Permintaan Volodymyr Zelensky Buat Aturan Larangan Terbang di Atas Ukraina

UKRAINA, suarapembaharuan.com - NATO menolak keras permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membuat atulan larangan terbang di atas Ukraina. 


Instagram/@ukraine

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan, larangan ini jika diterapkan justru akan membuat situasi semakin memanas ke depannya.


"Ini bisa saja memicu head to head atau bertarung langsung dengan Rusia. Akibatnya bisa sangat buruk bagi anggota NATO," ujar Stoltenberg.


Stoltenberg mengungkapkan, perang besar melibatkan banyak negara justru akan membuat jatuh korban lebih banyak dari yang dikhawatirkan.


“Jadi itulah alasan mengapa kami membuat keputusan yang menyakitkan ini. Kita tidak menginginkan lebih banyak kehancuran lagi," tegasnya.


Stoltenberg mengantisipasi kemungkinan terburuk jika angkatan bersenjata Rusia membawa persenjataan yang lebih berat dan melanjutkan serangan di seluruh negeri.


Meski demikian, anggota NATO telah mengerahkan ribuan tentara ke Eropa timur untuk memperkuat sayap aliansi yang paling dekat dengan Rusia dan mengirim senjata untuk membantu Ukraina mempertahankan diri.


“NATO adalah aliansi pertahanan. Tugas inti kami adalah menjaga keamanan 30 negara kami,” kata Stoltenberg.


NATO juga menekankan kembali sikapnya tidak mau terlibat langsung dalam perang di Ukraina karena melawan Rusia dengan persenjataan militer dan nuklirnya tentu dampaknya akan sangat mengerikan.


“Kami bukan bagian dari konflik ini dan kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan itu tidak meningkat dan menyebar ke luar Ukraina,” sebutnya. (Berbagai Sumber)


Kategori : News

Editor     : AHS



Lebih baru Lebih lama