Ganjar Tak Mau Berpuas Diri Meski Jateng 11 Kali Terima WTP

SEMARANG, suarapembaharuan.com - Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Laporan Keuangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Opini WTP ini adalah ke 11 kalinya diterima Jateng selama kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo. 


Ist

Gubernur mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari peran seluruh stakeholder di Jateng, termasuk DPRD. Namun ia menegaskan, meski sudah belasan kali penghargaan tersebut didapat, namun itu tidak membuat dirinya berpuas diri. 


“Ini bukan berarti kita asyik-asyik saja, ada beberapa catatan tadi yang diberikan (BPK) pada kita bagaimana pengelolaan aset kita,” kata Ganjar. 


Pengelolaan aset yang dimaksud antara lain terkait infrastruktur. Ganjar mengatakan, catatan yang diterimanya berkaitan dengan pensertifikatan. Sehingga pihaknya akan menggandeng BPN untuk memperbaiki kinerja. 


“Improvementnya (tindaklanjut) adalah memperbaiki sistem, semua harus berbasis data. Maka datanya mesti clear and clean (jelas dan benar) dulu, baru kemudian treatment (penanganan)," ujarnya. 


Catatan dari BPK, kata Ganjar, menjadi koreksi untuk Pemprov Jateng. Evaluasi diharapkan anggaran yang belum maksimal dapat dialokasikan untuk mendorong upaya penanggulangan kemiskinan. Agar terlaksana dengan baik, Ganjar meminta legislatif ikut membantu mengawasi.


“Bantuan dari DPRD untuk (melakukan) kontrol pada pemerintah, tahap pertahap, waktu perwaktu setiap kali mereka reses, menurut saya penting untuk menjadi catatan agar kita tidak offside (nyimpang),"  kata Ganjar. 


Terkait pemberian Opini WTP pada Jateng ini, Ayub menjelaskan, hal itu berdasar hasil pemeriksaan yang meliputi laporan keuangan dan kinerja. Pada penilaian tersebut, BPK melihat adanya efektifitas aplikasi samsat online dan kepenatausahaan aset. 


BPK juga melihat terjadi peningkatan SilPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) 66 persen dari tahun sebelumnya. SiLPA Jateng tahun 2021 adalah Rp1,43 triliun. 


“Kami berharap hasil laporan itu semakin memberikan semangat agar pemprov semakin akuntabel dalam pelaksanaan laporan keuangannya,” ungkap Ayub.


Kategori : News

Editor     : ZHR


Lebih baru Lebih lama