NATO Petimbangkan Efek Domino Penggunaan Nuklir

LONDON, suarapembaharuan.com - NATO sedang mempertimbangkan secara matang dalam mengambil langkah terbaik dalam mengatasi perang antara Rusia dan Ukraina. 


Ilustrasi

Termasuk dalam menggunakan senkata nuklir, NATO seakan tidak mau gegabah untuk menggunakannya. 


Termasuk dalam menggunakan senjata yang dapat melumatkan sebuah negara, NATO masih mempertimbangkan efek domino untuk menghancurkan Rusia.


Di sisi lain, NATO menilai agresi Rusia ke Ukraina sangat berbahaya. Rusia juga punya banyak hulu ledak nuklir.


Dikutip dari express.co.uk, AS memiliki 5.550 senjata nuklir, 1.389 di antaranya aktif, 2.361 tersedia, dan 1.800 sudah pensiun.

Prancis 290 senjata nuklir.

Inggris 225 nuklir.


Sementara itu Rusia mempunyai 6.257 senjata nuklir.

Dari jumlah tersebut, 1.458 aktif, 3.039 tersedia (dapat digunakan jika diperlukan,) dan 1.760 pensiun (tidak digunakan dan menunggu pembongkaran).


Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menjelaskan bila Rusia sama sekali tak bisa menang melawannya.


"Rusia harus memahami bahwa mereka tidak akan pernah bisa memenangkan perang nuklir," kata Jens Stoltenberg.


"NATO bukan bagian dari konflik. Kami memberikan dukungan ke Ukraina, tetapi bukan bagian dari konflik." "NATO tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina."


"Sangat penting untuk memberikan dukungan ke Ukraina dan kami meningkatkannya.


"Tetapi pada saat yang sama juga sangat penting untuk mencegah konflik ini menjadi perang penuh antara NATO dan Rusia." ujarnya.


Kategori : News

Esitor      : RAS


Lebih baru Lebih lama