Dua Pemain Elite Pimpin Putaran Pertama IGS Seri 2

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Jonathan Xavier Hartono dan Elaine Widjaja pada putaran pertama menampilkan permainan terbaik yang menjadikan keduanya memimpin pimpinan klasemen sementara kompetisi Junior Intercollegiate Golf Series (IGS) Seri 2 di Ciputra Golf, Club and Resto Surabaya.


Foto : Atlet Ciputra Golfpreneur Foundation, Jonathan Xavier Hartono membukukan skor 67 untuk memuncaki klasemen putaran pertama Kompetisi Junior IGS Seri 2 (Foto: CGF)

Jonathan dan Elaine, dua pegolf dengan peringkat World Amateur Golf Ranking (WAGR) yang turun pada ajang ini mencatatkan skor terendah di kelompoknya masing-masing.


Penampilan kedua pegolf muda ini menjadi penampilan pertama mereka pada ajang yang merupakan buah kolaborasi dari Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (Himpuni).


Pada putaran yang dimainkan di Valley dan Lake Course tadi, Jonathan menorehkan skor 67 atau lima di bawah par, sementara Elaine membukukan skor 71 atau satu di bawah par.


Pegolf tuan rumah Nathan Chistoper Widjaya menjadi pesaing terdekat bagi Jonathan. Pegolf berusia 17 tahun ini membukukan skor 69 atau tiga di bawah par sehingga terpaut dua pukulan.


Sania Talita Wahyudi mencatatkan skor terbaik kedua setelah Elaine di kelompok putri. Pegolf asal Bekasi ini menorehkan skor 73 dan terpaut dua pukulan dari Elaine.


Jonathan, yang memulai putaran pertama dari hole 13 langsung memulai dengan birdie di dua hole pertamanya. Ia kemudian kembali menorehkan dua birdie berturut-turut di hole 18 dan hole 1, sebelum akhirnya mendapat double bogey di hole 5 par 4. Pegolf yang bernaung di bawah CGF ini kemudian memperbaiki kesalahannya itu dengan eagle di hole 9, sebelum akhirnya menambah satu birdie lagi di hole 11.


”Saya baru tiba dari perjalanan ke Amerika Serikat. Saya pulang hari Jumat yang lalu mempertimbangkan hal itu, serta skor yang saya dapatkan hari ini, saya merasa sangat senang dengan hasilnya,” ujar pegolf yang kini duduk di peringkat 485 WAGR ini dalam keterangannya Kamis (16/6/2022).


”Eagle (di hole 9) itu tentu menjadi sorotan yang cukup bagus. Eagle itu sebenarnya tidak disengaja. Saya tidak bermaksud menyerang pin. Saya memukul bola dengan 5-iron dan membidik ke sisi kanan green, lalu tanpa sengaja pukulan saya ketarik sehingga arah bolanya lurus ke pin dan menyisakan jarak sekitar 15 kaki dan saya berhasil memasukkannya (untuk eagle),” tambah dia.


Berbeda dari Jonathan, Nathan mengawali permainan dengan double bogey di hole 13. Akan tetapi, birdie di hole 18 memberinya momentum yang membantunya menambah lima birdie lagi dalam sepuluh hole berikutnya. Ia berpeluang untuk lebih mempersempit jarak dengan pimpinan klasemen kalau saja tidak menutup putaran pertama tadi dengan bogey di hole 12.


”Saya berusaha memperbaiki pikiran saya, tidak ingin memikirkan sembilan hole pertama itu. Saat memasuki sembilan hole berikutnya, saya hanya ingin langsung mendapat birdie di hole 1 par 5 dan hole 7 par 4. Iron saya rasanya sedang bagus, begitu juga putter saya,” tutur Nathan.


Elaine juga mengawali putaran pertama tadi dengan kurang meyakinkan. Ia harus mencatatkan bogey di hole pertamanya, yaitu hole 10. Akan tetapi, perubahan mental yang ia alami sejak bertanding pada ajang Queen Sirikit Cup akhir Mei silam, disusul dengan kemenangan pada ajang LLD Amateur International Championship membantunya bangkit. Ia langsung membukukan birdie di hole 11 dan 14.


Dengan tambahan tiga birdie dan tiga bogey, Elaine memastikan start yang solid dengan menempati posisi teratas. 


”Jadi, saya bertanding pada ajang Queen Sirikit Cup bulan lalu dan hasilnya tidak sesuai dengan yang saya inginkan, tapi saya belajar banyak, terutama untuk aspek mental saya yang meningkat dan membantu saya memenangkan ajang LLD (Amateur International Championship) beberapa pekan lalu,” ujar pegolf yang kini ada di peringkat 312 WAGR ini.


”Lalu saya datang ke sini dengan aspek mental (yang baru), dan berusaha agar tetap tenang. Saya akan berusaha memperbaiki beberapa manajemen lapangan saya yang sebelumnya kurang bagus besok, dan berharap untuk bisa melakukan yang terbaik.”


Sementara itu, sang juara bertahan, yang juga merupakan salah satu atlet binaan CGF, Bianca Naomi Amina Laksono, harus memulai upayanya mempertahankan gelarnya dengan skor 78.


”Putaran pertama IGS Seri 2 ini cukup menantang, soalnya tadi hujan lumayan deras, lalu setelah berhenti cuaca tiba-tiba menjadi panas. Tapi saya senang karena bisa menyelesaikan putaran pertama ini, dan teman-teman saya juga masih bersemangat untuk bertanding dan hari ini saya bermain cukup tenang, jadi hari ini saya merasa happy. Semoga besok saya bisa bermain lebih baik lagi, bisa lebih menjaga fokus,” tuturnya.


Sejak diluncurkan pada 21 November 2021, IGS menjadi panggung yang dirancang untuk memberikan Jalur Prestasi bagi para pegolf junior berprestasi, sebagai upaya memperlengkapi mereka dengan pendidikan berkualitas di dalam negeri


Kompetisi Junior ini sekaligus mengawali rangkaian IGS yang akan berpuncak pada kompetisi alumni dan mahasiswi-mahasiswa pada Minggu, 19 Juni 2022, yang juga akan dilangsungkan di Ciputra Golf, Club & Surabaya.  


Untuk IGS Seri 2 ini, Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ikatan Alumni Universitas Airlangga, dan Ikatan Alumni Universitas Brawijaya bertindak selaku host atau tuan rumah, dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama