Pasar Hewan di Temanggung Ditutup Selama Dua Pekan

TEMANGGUNG, suarapembaharuan.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung menutup sementara seluruh pasar hewan di wilayah tersebut selama dua pekan, mulai Kamis (9/6/2022) hingga Rabu (22/6/2022). 


Ist

Penutupan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.


Dari data yang dihimpun, kasus PMK di Kabupaten Temanggung terus meningkat. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) mencatat per Kamis (9/6/2022) telah mencapai 172 kasus atau naik 17 ekor dibanding Selasa (7/6/2022) yaitu 155 ekor.


Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, PMK di Temanggung kini telah menyebar di 12 kecamatan. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan ternak yang mati karena PMK.


Bupati Temanggung HM Al Khadziq mengatakan, penutupan pasar hewan selama dua pekan akan diiringi dengan penyemprotan disinfektan di pasar hewan, serta pengobatan hewan yang sakit. 


Dengan langkah tersebut, ia berharap pada bulan Dzulhijah atau Iduladha nanti, kasus PMK di Temanggung sudah berkurang, sehingga tidak memunculkan kekhawatiran masyarakat dalam pengadaan hewan kurban.


“Hilangnya PMK dari Temanggung, bisnis peternakan bisa terus membaik. Apalagi kini mendekati Iduladha yang merupakan masa panen bagi peternak,” katanya, Kamis (9/6/2022).


Sementara itu Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi mengatakan, sterilisasi pasar diperlukan agar pasar hewan terbebas dari virus yang menyebabkan PMK dan berbagai penyakit lainya pada hewan.


“Kami membantu pemerintah dalam penanganan PMK, di antaranya dengan sterilisasi pasar hewan,” imbuhnya, Kamis (9/6/2022).


Dikatakan dalam keterlibatan penanganan PMK, kepolisian langsung terjun ke masyarakat dan peternak melalui Bhabinkamtibmas.


“Polisi memantau keadaan kandang dan ternak, jika mengalami gejala mengarah PMK akan dikoordinasikan dengan dinas terkait,” ujarnya.


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama