Statement Edy Rahmayadi Tentang Invasi Rusia Melampaui Kewenangan Presiden

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) menilai Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah melampaui kewenangannya ketika menanggapi invasi Rusia di Ukraina.


Gandi Parapat

Koordinator PMPHI, Gandi Parapat mengatakan, statemen Edy Rahmayadi jika menjadi Vladimir Putin sudah menyerang Ukraina sejak 3 tahun lalu, sudah melampaui kewenangan Presiden.


"Boro - boro membahas masalah invasi Rusia di Ukraina, Edy Rahmayadi sebagai gubernur saja belum berhasil membangun dan mensejahterahkan masyarakat Sumut," ujar Gandi, Kamis (9/6/2022).


Kendatin demikian, Gandi menyarankan semua pihak untuk tidak menanggapi berlebihan komentar Edy Rahmayadi yang terkesan banyak mencampuri urusan invasi Rusia tersebut.


"Semua pihak termasuk masyarakat harus bisa memahami dan memaklumi Edy Rahmayadi yang selalu kontroversial dalam memberikan pernyataan. Tidak perlu ditanggapi berlebihan," katanya.


Menurut Gandi, pernyataan Edy Rahmayadi bisa dimaklumi karena suasana hati yang dinilai kurang baik. Edy Rahmayadi patut ditengarai stres karena banyaknya tuntutan tugas yang belum dapat diselesaikan.


"Mengapa kita harus memaklumi Edy Rahmayadi yang memberikan statement bukan pada konteksnya membahas invasi Rusia di Ukraina? Mungkin ada beberapa faktor menjadi penyebabnya," jelasnya.


Beberapa faktor yang membuat mantan Pangkostrad itu melampaui kewenangannya, sambung Gandi, diduga karena adanya laporan pengaduan dari pihak tertentu yang ingin menjatuhkan wibawa Edy Rahmayadi.


"Selain adanya laporan ke polisi, Edy Rahmayadi kemungkinan lagi galau karena pemilihan gubernur (Pilgub) Sumut pada 2024 mendatang. Edy Rahnayadi bukan orang partai," ungkap Gandi.


Gandi menguraikan, Edy Rahmayadi belum mendapatkan perahu untuk bisa mengikuti kontestasi pilgub Sumut. Berbeda dengan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, sebagai Ketua DPD Golkar Sumut.


"Nasib Edy Rahmayadi ini bisa menyerupai mantan Gubernur Sumut Erry Nuradi, yang tidak bisa maju dalam pilkada karena tidak ada dukungan dari partai politik. Edy Rahmayadi pasti pusing memikirkan semua persoalan itu," pungkasnya.


Kategori : News

Editor     : AHS


Lebih baru Lebih lama