PTPN IV Bah Jambi Hancurkan Tanaman Siap Panen Seluas 20 Hektar

SIMALUNGUN, suarapembaharuan.com - Sekitar 20 hektare (ha) tanaman jagung dan ubi milik 147 kepala keluarga (KK) di Desa Mariah Jambi, Simalungun, dibabat habis oleh pihak perkebunan PTPN IV Bah Jambi Simalungun, pada Selasa (11/10/2022).


Foto: Kalangan pelajar SD dan SMP, anak - anak dari 147 kepala keluarga (KK) di Simalungun, berusaha menghentikan pihak PTPN IV saat membabat habis tanaman milik orangtuanya.

"Ada 20 hektar tanaman siap dipanen yang dibabat habis. PTPN tidak punya hati, padahal kami sangat menggantungkan hidup dari hasil pertanian ini," kata Anju Manurung salah satu pemilik pertanian yang dihancurkan PTPN IV kepada wartawan.


Anju menyampaikan, ia menanam ubi dan jagung dilahan milik masyarakat, dan bukan lahan HGU PTPN IV, sebab berdasarkan surat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Simalungun pada Tahun 1968 tanah yang dikelolanya merupakan milik masyarakat 147 kepala keluarga.


"Sangat kejam PTPN IV ini, aparat kepolisian Polres Simalungun juga tutup mata dan tidak menolong kami masyarakat, tanaman kami dibabat, anak anak kami jatuh bangun mempertahankan haknya dan polisi tidak ada yang membela," tambahnya.


Informasi yang dihimpun, ratusan karyawan PTPN IV menggunakan seragam warga putih mendatangi perkebunan milik masyarakat. Para karyawan membawa arit untuk membabat pertanian milik masyarakat dan menghancurkannya.


Pemilik lahan berusaha menghadapi dengan menghalangi karyawan namun banyaknya massa PTPN IV tetap kokoh menghancurkan tanaman tanaman masyarakat.


Meski dengan tangisan dan teriakan, ratusan karyawan PTPN IV tidak memperdulikan masyarakat. Bahkan, saat masyarakat mengadukan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten yang hadir, masyarakat juga tidak mendapatkan perhatian. 


Sengketa masyarakat 147 kepala keluarga (kk) dengan pihak PTPN IV sudah menjadi pembahasan serius di tingkat pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pusat.  


Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Simalungun, Morem Naibaho menyampaikan, persoalan saling klaim antara masyarakat 147 kepala keluarga (kk) dengan pihak PTPN IV di Desa Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun dikarenakan masih belum teridentifikasi titik kordinat dan letak objek wilayah tanah sengketa. Bahkan, pihak terkait belum melakukan validasi dan verifikasi dokumen, sehingga diperlukan pengukuran ulang. 


Hal ini disampaikan Morem saat menggelar pertemuan antara masyarakat 147 kk dengan pihak PTPN IV dalam rapat yang difasilitasi oleh Forkopimda Kabupaten Simalungun dirumah dinas wakil bupati di Pematang Simalungun Kecamatan Siantar pada, Kamis (29/9/2022) dipimpin oleh Kapolres Simalungun, AKBP Ronal FC Sipayung. 


"Untuk menyelesaikan sengketa diantara kedua belah pihak, langkah identifikasi fisik objek sengketa harus dilakukan, dan itu sesuai dengan rapat pertemuan dengan Kanwil BPN Sumut belum lama ini. Biarlah masyarakat dan pihak PTPN IV menahan diri dulu sambil menunggu pemerintah melalukan verifikasi dan validasi," kata Morem.


Hal yang sama juga disampaikan perwakilan Kejari Simalungun, melalui Kasipidum Yoyok Adi Syahputra yang dengan tegas meminta koordinat letak wilayah harus ditentukan. Dimana sesungguhnya letak lahan 200 ha milik masyarakat dan dimana letak lahan milik HGU PTPN IV.  "Pemerintah berharap persoalan ini jangan sampai masuk ke ranah pidana, seperti di berbagai tempat di Indonesia, oleh karena itu, penentuan koordinat itu sangat diharapkan," kata Yoyok.


Masyarakat sendiri sudah mendapatkan dukungan. Bahkan, belum lama ini, Anggota DPR RI, Junimart Girsang bersama Bupati Simalungun, Radiapoh Sinaga tetap mempersilakan masyarakat untuk terus mengelola dan mengerjakan hingga menguasai lahan milik masyarakat sesuai dengan  SK Bupati No.1/II/10/LR/ 68 Tanggal 14 September 1968 dengan luas 200 ha dan sudah dikerjakan dan dikelola dan dikuasi masyarakat seluas 130 ha.


"Silakan dikerjakan saja tanah ini, saya akan segera menyelesaikan persoalan ini dan akan melaporkan ini ke Menteri, tetap semangat ya amang dan inang ," ujar Junimart saat datang menemui ratusan masyarakat 147 kepala keluarga masyarakat di Desa Mariah Jambi, Simalungun pada Kamis (15/9/2022) kemarin (fra)


Kategori : News

Editor     : AHS


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama