Terungkap, Lahan HGU 103 Bulu China Diperjualbelikan

Tim Bekerja Efektif, 70 Hektar dibersihkan dalam Satu Hari.


Hari ke-2 pembersihan Areal HGU 103 Bulu Cina, dikecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Inventarisasi warga penggarap masih terus bekerja mendata dan menerima pendaftaran warga-warga yang selama ini hidup dan tinggal di lahan HGU yang masuk dalam areal afdeling 6 Bulu China.


Sebagian besar warga yang ditemui mengungkapkan bahwa mereka adalah pekerja dari lahan-lahan kelapa sawit yang ternyata dimiliki oknum-oknum pengusaha dan pemilik modal besar yang ada di luar Bulu China.



Secara terus terang mereka mengungkapkan, para pemilik modal sejak awal mendapatkan lahan dari pimpinan kelompok tani yang sejak tahun 1998 menggarap dan menguasai lahan HGU Bulu China ini. Bahkan ada yang membeli dari oknum AM ( Amiruddin), lahan sawit seharga Rp 75 juta per hektar.


"Mungkin karena menganggap bisa untuk dimiliki selamanya, mereka mau saja membayar dengar harga mahal. Malah ada yang membeli sampai 20 sampai 30 hektar pak, " ujar salah seorang pekerja.


Pak Sitepu misalnya, warga Kecamatan Selesai, Kabupaten langkat ini mengaku terus terang membeli lahan sawit dari Amiruddin sebanyak 3 ha, dengan harga 75 juta perhektar dan sudah ada sawit diatasnya, ia sudah menguasai areal tersebut selama 15 tahun. Untuk mengolah dan mengurus areal sawit miliknya itu, sitepu mempekerjakan pak Ginting yang tinggal dan membangun gubuk diatas lahan tersebut.



Adanya jual beli lahan HGU No.103 Kebun Bulu China ini memang sudah menjadi rahasia umum di daerah ini. Hampir sebagian besar pemilik lahan kelapa sawit dengan areal yang luas di atas 10 hektar adalah pemilik modal dari luar Bulu China, seperti pengusaha asal Binjai, Stabat, Medan dan beberapa daerah lain. Mereka membayar kepada oknum-oknum pengurus Kelompok Tani Batang Beluh. "Kalau kami sekadar bekerja saja pak. Makan gaji istilahnya. Bukan kami yang punya, ada pemiliknya kelapa-kelapa sawit ini dan mereka datang dalam waktu-waktu tertentu," sambung lelaki setengah baya ini.


Tim inventarisasi dan verifikasi yang ada di Posko Tali Asih, hingga Sabtu siang sudah menerima pendaftaran 41 warga yang siap menerima tali asih dari PTPN 2. Mereka sebagian adalah penggarap yang selama ini hanya bercocok tanam palawija seperti jagung, ubi kayu dan sayur mayur untuk kebutuhan hidup sehari hari mereka.


Sementara itu, tim pembersihan HGU 103 Bulu Cina, dihari pertama jumat 17/03 bekerja cepat, sejumlah alat berat yang dirlturunkan ke lokasi bekerja efektif dan berhasil membersihkan 70 hektar dalam satu hari. Diharapkan dalam waktu sepekan seluruh areal seluas 382 hektar ini selesai dikerjakan..**

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama