DPP Berani Doakan Cak Imin Jadi Pemimpin Dampingi Siapapun Capres atau Cawapresnya

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Badan Persaudaraan Antariman (DPP Berani) Ardy Susanto mendoakan Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin menjadi pemimpin di Pilpres 2024. 



DPP Berani, kata Ardy, menilai Cak Imin pantas menjadi pendamping siapapun capres atau cawapres 2024 baik itu Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto atau Airlangga Hartarto.


"Kami mendoakan Cak Imin agar bisa memimpin Indonesia, mau bersama siapa pun seperti Pak Ganjar, Pak Airlangga maupun Pak Prabowo," ujar Ardy di sela-sela acara deklarasi sekaligus pelantikan DPW Berani Provinsi Bali, Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bali di Kota Denpasar, Sabtu (6/5/2023). 


Ardy membeberkan sejumlah alasan Cak Imin pantas menjadi pemimpin 2024. Pertama, kata dia, Cak Imin adalah ketum PKB yang memiliki kursi 10,09 persen di parlemen. Realitas politik ini, kata Ardy memungkinkan Cak Imin berkoalisi dengan partai lain untuk maju di Pilpres 2024. 


Sesuai dengan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan hanya parpol atau gabungan parpol yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya yang dapat mengajukan capres/cawapres.


"Artinya, Cak Imin sudah memiliki sebagian tiket untuk maju di Pilpres. Secara fakta politik, peluangnya ada karena yang mengusung pasangan capres-cawapres sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu adalah partai politik atau gabungan partai yang memenuhi presidential threshold," ungkap Ardy.


Pada tahun 2019, perolehan suara PKB sebanyak 13,57 juta suara (9,69%) suara sah nasional dengan jumlah anggota DPR sebanyak 58 orang (10,09%) dari total 575 orang untuk periode 2019-2024.



Alasan Kedua, kata Ardy, Cak Imin adalah representasi nahliyin dan santri sehingga sangat cocok memimpin Indonesia bersama tokoh dari kalangan nasionalis seperti Ganjar, Airlangga atau Prabowo. Cak Imin dinilai mampu menggaet suara NU.


"Kemudian, Cak Imin tidak perlu diragukan komitmen kebangsaannya yang selalu menjaga PKB sebagai partai inklusif, terbuka untuk semua latar belakang termasuk kader-kader non-muslim," ujar Ardy yang maju Caleg DPR di Dapil Jakarta 2.


Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid atau Gus Jazil mendorong DPP Berani agar memastikan keberagamaan agama yang ada di Nusantara ini harus menjadi sumber persatuan. Menurut Gus Jazil, perbedaan agama dan keyakinan sebagai sumber perpecahan. 


"Kami di PKB juga berbagai macam agama. Nah, BERANI dideklarasikan di Bali maka harus bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Bali bisa menjaga kerukunan dan perdamaian karena Bali ini adalah wajah Indonesia di mata dunia. Kita harus bisa menjalankan Pancasila melalui wadah BERANI ini,” kata Gus Jazil.


Karena itu, kata Gus Jazil, semua pihak khususnya DPP Berani harus mampu menjaga kerukunan dan persatuan antarumat beragama di Indonesia. Apalagi, bangsa ini lahir atas usaha dan perjuangan bersama seluruh komponen umat beragama.


”Paham kebangsaan dan nasionalisme ini dibangun dari nilai-nilai agama. Ini juga yang mempersatukan Indonesia dan yang akan membawa Indonesia ke depan menjadi negara unggul,” tandas Gus Jazil.


Dikatakan Gus Jazil, kerukunan antarumat beragama ini harus terus ditingkatkan. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berpotensi terjadi peningkatan ketegangan politik. 


”Kita sedang menghadapi tantangan yang berpotensi memecah belah persatuan. Salah satunya ideologi yang datang dari luar, ideologi transnasional yang sering mengedepankan paham-paham tidak benar. BERANI lahir untuk menghalau agar Indonesia tumbuh dengan kekuatan nilai-nilai agama yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri,” pungkas Gus Jazil.


Kategori : News


Editor     : AHS


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama