Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

MEDAN, suarapembaharuan.com - Analis keuangan Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, mengatakan, minimnya sentimen pasar selama sepekan kedepan, akan membuat kinerja pasar keuangan lebih banyak di pengaruhi oleh faktor teknikal. 


Ist

Sebelumnya, pernyatan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell di akhir pekan lalu, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga acuan masih terlalu prematur, dan tetap mengisyaratkan kemungkinan adanya kenaikan bunga acuan.


Namun, pidato Gubernur Bank Sentral AS tersebut tidak lantas direspon dengan kenaikan imbal hasil US Treasury. Dan pasar saham di AS justru ditutup menguat pasca pidato tersebut. 


Bursa di Asia pada perdagangan awal pekan ini dibuka beragam dengan banyak bursa yang cenderung menguat. IHSG pada perdagangan pagi ni ditransaksikan menguat di level 7.100.


Dalam sepekan kedepan, sentimen teknikal akan lebih banyak mempengaruhi pasar. Indeks harga saham gabungan (HSG) diproyeksikan masih akan bergerak volatile dalam rentang 6.900 hingga 7.130. 


“Sejumlah agenda ekonomi di pekan ini diproyeksikan tidak akan banyak memberikan perubahan bagi kinerja pasar saham. Untuk itu perlu mewaspadai potensi koreksi yang terjadi dalam sepekan kedepan,” ujar Gunawan di Medan, Senin (4/12/2023).


Sementara itu, mata uang rupiah pada perdagangan hari ini diterangkan Gunawan ditransaksikan sedikit melemah dibandingkan dengan posisi akhir pekan sebelumnya. 


Kinerja mata uang rupiah berpeluang bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.400 hingga 15.550 selama sepekan ke depan.


“Pada perdagangan pagi ini, mata uang rupiah ditransaksikan sedikit menguat di level 15.425 per dolar AS,” terangnya. 


Disisi lain, lanjut Gunawan, harga emas mencatat rekor kenaikan tertingggi sepanjang masa. Harga emas pada perdagangan hari ini akan mencoba menembus level psikologis US$2.100 per ons troy nya. 


Harga emas mengalami kenaikan seiring dengan prospek penurunan bunga acuan serta memburuknya prosfek kinerja ekonomi global di tahun depan.


Harga emas pada perdagangan pagi ini ditransaksikan di level US$2.097 per ons troy. Kenaikan harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dalam 2 hari perdagangan terakhir. 


“Secara fundamental emas masih dinaungi kabar positif, dan berpotensi mencetak rekor tertinggi baru dalam jangka pendek,” pungkasnya.


Kategori : News


Editor     : PAS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama