SETARA : Kasus Butet, Sikap Aparat Berlebihan

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, aparat kepolisian bersikap berlebihan dalam kasus intervensi pertunjukan seniman Butet Kertaradjasa. 


Bonar Tigor Naipospos. Ist

“Saya melihat ada kegamangan di tubuh aparat keamanan melihat suhu politik yg memanas. Ada kekuatiran situasi politik menjadi tidak terkendali karena pihak yg berkompetisi cenderung menggunakan bahasa verbal yg provokatif dan berpotensi konflik antar pendukung.” ujar pria yang akrab disapa Coki ini. 


Sebelumnya, seniman Butet Kartaredjasa mengaku diperintah untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk tidak membahas unsur politik dalam pentas seni "Musuh Bebuyutan" di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pentas itu adalah agenda tahunan yang digelar oleh Forum Budaya Indonesia Kita yang memasuki tahun ke-41. Tahun ini, tema pentas mengusung pertarungan politik yang terjadi di antara dua pihak yang sebelumnya bersahabat.


“ Disinilah mereka mencoba "menekan" para social influencer agar tidak memperkeruh situasi. Tapi cara aparat keamanan itu berlebihan dan justru menimbulkan reaksi balik.” sebut Coki.  


Sosok Butet memang tidak asing dengan intervensi. Namun Coki melihat, jika ada kritik yang disampaikan, tentu memiliki maksud yang baik. “ Figur seperti Butet memang diketahui kritis dan acap melakukan kritik dalam bentuk satire. Tapi kritik yang dilakukannya untuk membangun tata kehidupan yang lebih baik bukan untuk destabilisasi apalagi berkeinginan menghancurkan.” terang Coki. 


Dengan adanya pembatasan, alasan keamanan maupun lainnya, Coki masih berharap akan kebebasan berekspresi dan ruang untuk menyampaikan kritik. “Memang betul, kita melihat ada regresi dalam kualitas demokrasi saat ini, tapi ini kontekstual. Kekuatan pengimbang tetap memiliki ruang untuk bersuara dan menekankan tuntutan sosialnya.” tandas Coki. 


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama