Cakupan Layanan Transjakarta 82,3 Persen selama 20 Tahun Beroperasi

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Perjalanan panjang bus Transjakarta sebagai bus rapid transit (BRT) selama 20 tahun, telah menggapai cakupan layanan hingga 82,3 persen dari luas wilayah Kota Jakarta. Artinya, di tempat tinggal warga tidak sampai 500 meter sudah terdapat halte pemberhentian dan pemberangkatan Transjakarta.


Foto: Cakupan layanan Bus Transjakarta capai 82,3 persen dari luas wilayah Kota Jakarta. (Ist)

Organisasi profesi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, mengungkap pertama kali Transjakarta diluncurkan pada 15 Januari 2004 lalu, dengan rute Blok M-Kota, sepanjang 12,9 kilometer (km). 


“Panjang total sistem BRT kini mencapai 244 kilometer dan merupakan rute BRT terpanjang di dunia, dengan cakupan layanan mencangkup 82,3 persen luas Jakarta,” kata Djoko Setijowarno, selaku Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat, Minggu (14/1/2024).


Berdasarkan data PT Trans Jakarta pada November 2023, kata Djoko, pelanggan Transjakarta mengalami peningkatan. Rekor pelanggan tertinggi pada 2023 dicapai saat HUT DKI Jakarta, yaitu 1.101.287 pelanggan per hari. Namun, pada 22 November 2023 sudah melampaui rekor tertinggi yaitu 1.171.541 pelanggan per hari.


Menurutnya, indikator keberhasilan layanan Transjakarta tidak hanya dilihat dari sudut pandang operator bus, tetapi juga melibatkan faktor yang lebih menyeluruh yaitu jumlah pelanggan dan efektivitas penggunaan dana public service obligation (PSO), berkaitan dengan subsidi pelanggan.


“Angka subsidi selama pandemi 2020-2021 mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat, namun berangsur menurun di akhir 2022 hingga sekarang,” bebernya.



Selama 20 tahun beroperasi, kini panjang koridor layanan Transjakarta mencapai 408,95 km dan nonkoridor sepanjang 2.326,3 km serta dilayani 4.453 armada. Ribuan armada tersebut dioperasikan oleh 20 operator bus. Lalu, penggunaan bus listrik sudah mencapai target 100 unit hingga akhir 2023.


Dia menambahkan, pada 2025 mendatang PT Transjakarta menargetkan 4 juta pelanggan per hari menggunakan bus Transjakarta. 


“Untuk mencapai target itu, ada peluang mengembangkan wilayah layanan hingga Bodetabek,” imbuhnya. 


Peluang pengembangan yang akan dicapai antara lain, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) pada 2024 akan mengembangkan program pembelian layanan (buy the service) di Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. 


“Juga akan mengembangkan rute baru Jabodetabek Residence Connection atau JRC ke 117 kawasan perumahan di Bodetabek,” ungkapnya.


Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) 2023 mendata, di Jabodetabek permukiman dibagi menjadi tiga klasifikasi berdasarkan rata-rata harga pada setiap perumahan. Didapatkan, 158 perumahan kelas atas, sebanyak 268 perumahan kelas menengah dan sebanyak 1.584 perumahan kelas bawah. Total, sebanyak 2.010 perumahan di wilayah Jabodetabek. 


“Tidak sampai 5 persen kawasan perumahan itu mendapat fasilitas layanan angkutan umum. Peluang besar bagi Transjakarta dapat ikut serta melayani sejumlah kawasan perumahan di Bodetabek,” pungkas Djoko Setijowarno yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang. (MAN)


Kategori : News


Editor      : ARS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama