Dave Laksono Raih Gelar Doktor di Unhan dengan Disertasi Industri Pertahanan dan PDB

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono atau biasa dikenal Dave Laksono berhasil meraih gelar doktor Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan (Unhan). Dave mendapatkan gelar tersebut setelah mempertahankan disertasi dengan judul "Kerja sama dan Kemandirian Industri Pertahanan dalam mendukung Produk Domestik Bruto Sebagai Upaya Pertahanan Negara" di Unhan, Bogor, Kamis (4/1/2024).


Caption: Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono raih gelar doktor dari Universitas Pertahanan, Bogor, Kamis, 4 Januari 2024. Ist


Dave lulus dengan predikat cumlaude. Dalam disertasinya, Dave menyebutkan perlunya optimalisasi perumusan kebijakan oleh Kemhan dan DPR RI dalam kerja sama industri pertahanan dimulai dengan pengarusutamaan kebijakan secara bottom-up. 


"Selain itu, Kemhan, KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan), DPR RI, dan Defend Id (holding BUMN industri pertahanan) perlu berkoordinasi aktif untuk mensukseskan kebijakan yang telah dirumuskan sekaligus melakukan evaluasi lanjutan," ujar Dave dalam sidang terbuka promosi doktor itu.


Dave menuturkan KKIP dan industri pertahanan perlu meningkatkan material and capacity transfer, kemampuan MRO (maintenance, repair and overhaul) serta komitmen pelaksanaan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN. 


"Hal tersebut juga tidak terlepas dari peran DPR RI melalui pembentukan regulasi dan road map anggaran guna mendukung penyelenggaraan industri pertahanan ke arah kemandirian," tandas dia.


Menurut Dave, produk domestik bruto atau PDB yang merupakan bagian penting dalam terbentuknya anggaran pertahanan perlu menjadi perhatian Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan dan sinergitas dengan Defend Id serta kolaborasi aktif dengan industri pertahanan swasta. 


"Ini bagian penting yang perlu kita bangun sinergitas-nya," tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 ini.


Lebih lanjut, Dave juga menyarankan agar Pemerintah terus menempuh berbagai upaya agar mampu mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Upaya tersebut, antara lain dengan pembangunan infrastruktur, kapasitas SDM, riset inovasi dan pengembangan bisnis, transformasi kebijakan dan regulasi, tata kelola data dan pengamanannya, hingga peningkatan investasi dan sumber pembiayaan. 


Dia menilai pilar transformasi ekonomi sangat penting menjadi pendukung Indonesia Emas tahun 2045 tersebut. Berkaitan dengan penelitiannya tersebut, maka tentu sektor industri pertahanan dapat memberikan kontribusi tersendiri secara khusus dalam klaster industri manufaktur bagi PDB. 


"Karena, PDB dapat menjadikan indikator sebagai negara dengan income tinggi/developed country, distribusi pemerataan pendapatan/penurunan gini ratio, sehingga karakteristik negara kuat dengan PDB tinggi termasuk bidang pertahanan," terang Dave.


Namun yang lebih penting dari itu semua, Dave berharap Pemerintah perlu lepas dari middle income trap dan sukses dalam berbagai hal.


"Yakni sukses industrialisasi kombinasi Kerjasama dan kemandirian, sukses penguasaan teknologi dan lainnya', karena Indonesia kaya akan bahan baku dan energi sehingga perlu di hilirisasi Agam memiliki nilai tambah dalam memperkuat pertahanan kita," pungkas Dave.


Hadir dalam sidang terbuka promosi doktor Dave Laksono, antara lain Retno Marsudi(Menlu RI), HR. Agung Laksono(Anggota Wantimpres RI), Hinca Siburian(Kepala BSSN), Agus Gumiwang Kartasasmita (Menperin RI), Jerry Sambuaga (Wamendag RI), Meutya Hafid (Ketua Komisi I DPR RI), Nurul Arifin (Anggota Komisi I DPR RI), Bobby Rizaldi (Anggota Komisi I DPR RI), Ace Hasan Syadzily (Ketua DPD Partai Golkar Jabar), dan seluruh pengurus serta anggota Kosgoro 1957.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama