Gabriel Attal Jadi PM Prancis Termuda, Indonesia Bisa Juga Punya Pemimpin Muda?

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Perdana Menteri Prancis, Gabriel Attal merupakan Perdana Menteri termuda yang baru saja ditunjuk oleh Presiden Emmanuel Macron. Ia berjanji akan berani dan bertindak cepat untuk membantu kelas menengah di tengah meningkatnya biaya hidup.


PM Prancis, Gabfiel Attal. Ist

Penunjukan Attal, berusia 34 tahun, sebagai Perdana Menteri Prancis menandakan keinginan Macron untuk melampaui reformasi yang memecah belah dan meningkatkan peluang partai sentrisnya.


Penunjukan ini menunjukkan tren global di mana negara-negara mulai mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada generasi muda, contoh terbaru adalah Macron yang merupakan salah satu Presiden termuda dalam sejarah modern Prancis. Hal ini juga menjadi refleksi bagi Indonesia yang saat ini memiliki kesempatan serupa dengan kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.


Di Prancis, ketidakpuasan publik atas biaya hidup yang melonjak dan reformasi pensiun kontroversial telah mempengaruhi kedudukan Macron. Attal, dikenal sebagai komunikator yang lancar, telah dipilih sebagai politisi paling populer di Prancis baru-baru ini.


“Terlalu banyak orang Prancis yang meragukan negaranya, meragukan diri mereka sendiri atau masa depan mereka, terutama kelas menengah, yang bangun setiap pagi, berangkat kerja, dan terkadang memikirkan kelas menengah yang tidak bisa mencari nafkah.” Ucap Perdana Menteri Perancis itu sekaligus berjanji untuk bekerja “untuk mengendalikan nasib negaranya dan membebaskan potensi Perancis.”


Pengalaman Attal yang beragam dan popularitasnya menunjukkan bagaimana generasi muda dapat memberikan perspektif baru dan solusi inovatif untuk isu-isu kontemporer. Hal serupa dapat terjadi di Indonesia dengan sosok seperti Gibran, yang dapat membawa energi baru dan ide-ide segar ke dalam politik Indonesia.


Attal menggantikan Elisabeth Borne, hanya wanita kedua yang menjabat sebagai perdana menteri di Prancis. Sementara di Indonesia, Gibran telah menunjukkan komitmen untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengembangkan program-program yang inovatif.


Kesuksesan Macron dan Attal dalam menangani tantangan kontemporer dan dinamika politik di Prancis menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk mempercayakan kepemimpinan kepada generasi muda seperti Gibran, yang berpotensi membawa perubahan positif dan pembaharuan di negara tersebut.


Gibran Cawapres Prabowo


Gibran Rakabuming Raka, seperti yang diketahui mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Calon Presiden Prabowo Subianto dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada Februari mendatang.


Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka, diakui sebagai pemimpin muda yang berkeyakinan tinggi, berani dalam mengambil keputusan, dan memiliki cara berpikir yang inovatif.


Pengamat hukum serta pemerhati politik, sosial, dan budaya, Agus Widjajanto menyebut Gibran menampilkan karakteristik kuat dan keingintahuan yang tinggi.


"Gibran sebagai generasi muda memiliki karakter kuat dan rasa ingin tahu yang besar, percaya diri, tidak minder tapi juga tidak arogan. Gibran juga berani mengambil risiko, berpikiran kritis dan kreatif serta berani mempelajari hal-hal baru," ucapnya dalam keterangannya pada Sabtu (17/12/2023).


Kepemimpinan muda seperti yang ditunjukkan Gibran diharapkan dapat membawa sudut pandang baru dan cara-cara inovatif dalam mengatasi isu serta tantangan yang dihadapi Indonesia. Bila terpilih mendampingi Prabowo, Gibran diharapkan akan mengatasi permasalahan dengan pendekatan yang berbeda dan memberikan solusi yang inovatif.


Di tengah perjalanan menuju peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, Agus menekankan pentingnya belajar dari negara maju tentang pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.


Agus menyoroti beberapa contoh pemimpin muda sukses di dunia, seperti Emmanuel Macron dari Prancis yang menjadi presiden di usia 39 tahun.


Dengan munculnya pemimpin muda seperti Gibran, diharapkan akan memberikan inspirasi dan semangat baru bagi pemilih generasi milenial.


"Kemunculan sosok Gibran setidaknya juga memberikan angin segar bagi pemilih milenial," ucapnya.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama