Capres Prabowo Subianto Diharapkan Dukung Pengembalian Aset Sultan HB II Peristiwa Geger Sepehi yang Dirampas Inggris

YOGYAKARTA, suarapembaharuan.com - “Kami berharap Bapak Prabowo Subianto yang masih keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II  garis keturunan dari Bendoro  Pangeran Haryo Kartosono /Murdaningrat mendukung pencalonan pahlawan nasional dan  pengembalian manuskrip milik Sultan HB II yang dirampas Inggris dalam peristwa Geger Sepehi 1812 .”



Keluarga besar Trah Sultan Hamengkubuwono II berharap Presiden dan Wakil Presiden terpilih dapat memperjuangkan dikembalikannya aset-aset milik Sultan Hamengkubuwono II yang dirampas Inggris dalam peristiwa Geger Sepehi Juni 1812 atau Geger Sepoy. 


Fajar Bagoes Poetranto, perwakilan trah Hamengkubuwono II berharap aset-aset dan manuskrip tersebut dapat dikembalikan ke pihak keluarga trah Sultan Hamengkubuwono II. 


"Kami berharap kepada Capres Dan Cawapres terpilih dapat lebih peduli dengan keberadaan aset Sultan HB II yang dirampas pihak Inggris saat Geger Sepehi 1821. Sebab, bagaimanapun aset tersebut sangat bernilai terhadap sejarah masa pemerintahan Sultan HB II dan tentu juga bernilai dengan sejarah perjalanan Negara Indonesia. Peran Keraton terhadap perjalanan Negara ini juga sangat besar. Ikut melawan penjajah. Kami berharap jangan lupakan Sejarah dan perjuangan para Raja dan rakyat Yogyakarta dalam menghadapi Penjajah. Hargai perjuangan dan nyawa rakyat Yogyakarta yang gugur di masa perang dahulu," tegas Bagoes.



Bagoes menegaskan pihaknya tidak akan lelah dalam berjuang untuk mendapatkan kembali aset-aset bersejarah milik Sri Sultan HB II. “aset bersejarah tersebut kami butuhkan untuk memperjuangan eyang kami sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangan kami ini tidak hanya untuk kepentingan pihak keluarga besar Keraton Yogyakarta, tapi kami berjuang untuk kepentingan Indonesia," tambahnya.


Bagoes bercerita jika Capres 02 Bapak Prabowo Subianto yang saat ini unggul dalam penghitungan cepat versi semua lembaga survei adalah keturunan Hamengkubuwono II. 


“Kami berharap Bapak Prabowo Subianto yang masih keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II dapat mendukung pencalonan pahlawan nasional dan dapat mendukung pengembalian manuskrip milik Sultan HB II yang dirampas Inggris dalam peristwa Geger Sepehi 1812 . Kami juga berharap Kerajaan Inggris dapat meminta maaf kepada anak dan keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II terkait peristiwa Geger Sepehi 1812,” tegas Bagoes yang juga merupakan Ketua Yayasan Vasiatii Socaning Lokika.



Sementara itu Ahli Filologi KRT Manu J Widyaseputra yang juga pendiri Yayasan Kapuk Salamba Arga menegaskan bahwa langkah yang dilakukan oleh keluarga besar Trah Sultan HB II dalam mengembalikan manuskrip asli milik HB II perlu mendapat dukungan. Pihaknya  sendiri melalui Yayasan Kapuk Salamba Arga selalu siap membantu. 


“Ada banyak naskah yang akan dipelajari dan diterjemahkan antara lain Serat Keramat Kangjeng Kyai Suryorojo, Babad Sepei, Babad Segaluh. Babad Sengkala ,Babad Giyanti Brangtakusuman, Serat Arjunawijaya, Serat Ramabadra Jawi, Serat Beksan Menak Mangkarawaten, Serat Srimpi Jemparingan, Babad Sengkala , Serat Bedhaya Tunjung Anom, Serat Arjunawijaya, Serat Ramabadra Jawi, Serat Beksan Menak Mangkarawaten, Serat Srimpi Jemparingan. Ada Babad Giyanti Brangtakusuman,Serat Menak Brangta,Serat Ménak Rengganis, Serat Menak Ganggamina-Ganggamurti," jelas Manu.


Dukungan untuk mengembalikan aset manuskrip asli milik Sultan HB II juga datang dari peneliti dan penulis sejarah Lilik Suharmaji. "Ini merupakan kepentingan Negara Indonesia. Karena itu Indonesia berhak meminta kembali aset 40 manuskrip milik Sri Sultan Hamengku Buwono II yang dirampas Inggris dari Keraton Yogyakarta dalam Perang Sepehi atau Geger Sepoy pada Juni 1812," ujarnya.


Ditegaskan Lilik lagi, "Manuskrip tersebut bisa menjadi sarana untuk pembelajaran tentang masa lalu dan memperkaya khazanah pengetahuan tentang Indonesia, terutama Keraton Yogyakarta." ujarnya.(ati)


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama