DPP Partai Golkar Diminta Beri Penjelasan Agar Kader di Sumut Tidak Resah

*Kader Jangan Asal Tuding Keterlibatan Pihak Lain*


MEDAN, suarapembaharuan.com - Ketua Dewan Pakar DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Dr RE Nainggolan, MM menyatakan keterkejutannya atas keputusan DPP Partai Golkar memberhentikan Ketua DPD Golkar Sumut, Musa Rajekshah.


Pimpinan dan anggota Dewan Pakar DPD Partai Golkar Sumut dalam sebuah  pertemuan di Medan, baru-baru ini.

"Kita mengetahui keputusan tersebut dari media sosial, tanpa ada informasi awal sama sekali. Sebelumnya, saat ditanyakan ke Sekretariat, kita peroleh keterangan bahwa DPD Sumut tinggal menunggu keputusan DPP soal pelaksanaan Musda," ujar RE Nainggolan didampingi Dr Abdyanto, Sekretaris Dewan Pakar di Medan, Minggu (21/12/2025).


RE mengungkapkan DPP perlu memberikan penjelasan terkait hal tersebut agar para kader dapat memahami situasi yang sebenarnya, sekaligus mencegah keresahan dan timbulnya spekulasi di kalangan pengurus dan kader Partai Golkar di Sumatera Utara.


Dr RE Nainggolan, MM.

Dia mengatakan para kader menilai kinerja Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck dinilai sukses selama memimpin Golkar Sumut.


“Tentu tidak ada yang sempurna, tetapi secara objektif kita semua bisa melihat di bawah kepemimpinan Ketua Ijeck, kinerja Partai Golkar di Sumatera Utara menunjukkan hasil yang baik. Terjadi peningkatan suara dan perolehan kursi di DPR RI, DPRD Sumut, dan DPRD kabupaten dan  kota yang sangat signifikan,” katanya.


Dia juga menambahkan DPD punya kantor yang sangat representatif di pusat kota karena kantor DPD yang lama sedang direnovasi.


Dia khawatir, jika tidak diberi penjelasan dan berbagai asumsi menjadi semakin liar semangat para kader bisa jadi terganggu dan di saat bersamaan citra Golkar sebagai partai yang matang menjadi terganggu. "Kalau bisa, kita membuat prestasi lebih baik lagi di pemilu mendatang, jangan malah menjadi penurunan," katanya.


RE Nainggolan yang sudah menjadi kader Golkar sejak tahun 1972, menjadi pimpinan Golkar di Tapanuli Utara tahun 1982 bahkan Ketua Golkar di Dairi tahun 1996 itu menyebut Partai Golkar selama ini dikenal sebagai partai yang matang, elegan, dan berpengalaman dalam mengelola dinamika internal. 


"Itu yang membuat Partai Golkar tetap eksis bahkan terus berkembang di tengah berbagai tantangan dan perubahan. Kita ingat bagaimana Bung Akbar Tandjung misalnya, dengan kematangan dan kepiawaiannya bisa membawa Golkar melewati semua badai," paparnya.


Hal senada juga disampaikan Abdyanto, bahwa Partai Golkar saat ini adalah yang terbesar di Sumut saat ini. "Ketua Ijeck juga sosok yang kuat, religius,  santun,  dermawan, dan nasionalis, serta berhasil memperkuat struktur partai yang mengakar, sehingga membuat Golkar dicintai masyarakat Sumatera Utara," ujarnya.


Sekretaris Dewan Pakar DPD Partai Golkar Sumut Assoc Prof Abdyanto.

Menurutnya, agar dinamika ini tidak menjadi kegelisahan publik, diharapkan segera ada penjelasan dan kepastian dari DPP.


*Jangan Menuding*


Pada kesempatan yang sama, RE bersama Abdyanto mengimbau segenap kader Golkar di Sumatera Utara untuk tetap tenang dan menahan diri serta tidak memperkeruh suasana.

 

"Jangan asal menuding siapapun, termasuk menuding Jokowi atau Bobby Nasution, menjadi dalang dari hal tersebut.Menurut kami, Itu tuduhan yang tidak berdasar. Ciri kader Golkar itu tidak emosional dan gegabah, matang dan dewasa karena kita selalu mengedepankan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan menjauhi perilaku tercela. Juga selalu berbicara dengan kata-kata yang terukur, terkontrol, dan berdasarkan data yang valid. Jangan sampai karena emosional, kita malah menambah persoalan baru," harapnya.


Enam dekade berkiprah di partai berlambang Beringin itu, RE menegaskan kearifan, kematangan, dan soliditas selalu menjadi ciri khas Partai Golkar, mulai dari tingkat pimpinan DPP hingga kader di pedesaan, yang membuatnya selalu mendapat tempat di hati masyarakat di tengah berbagai gejolak dan perubahan.


"Kita meminta semua kader tetap solid agar Partai Golkar tetap kuat dan mampu menjalani proses transisi menghadapi Musda dengan baik," kata Abdyanto.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama