Dukungan Kandidat Mulai Menguat Jelang Munas ke-8 KAUMY

YOGYAKARTA, suarapembaharuan.com – Atmosfer Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) kian terasa di Yogyakarta. Menjelang pelaksanaan Munas, dinamika organisasi alumni ini mulai mengerucut pada munculnya dukungan resmi terhadap sejumlah nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAUMY periode 2025–2029.



Panitia Munas mencatat, hingga Jumat (26/12), dukungan formal dari Pengurus Daerah (Pengda) dan Pengurus Cabang (Pengcab) KAUMY yang masuk ke meja panitia baru mengarah pada satu kandidat. Sebanyak 47 surat dukungan resmi telah diterima panitia dan seluruhnya menyatakan dukungan kepada H. Nasaruddin, SH, MH.


Ketua Steering Committee (SC) Munas KAUMY ke-8, Harisiyanto, membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa hingga hari ini, dukungan tertulis yang masuk secara administratif masih tercatat atas nama Nasaruddin. 


"Panitia Munas sampai hari ini telah menerima 47 surat dukungan dari Pengda dan Pengcab KAUMY untuk saudara Nasaruddin," ujar Harisiyanto di Yogyakarta, Jumat (26/12).


Meski demikian, Harisiyanto menegaskan bahwa proses penjaringan dan dukungan kandidat belum sepenuhnya tertutup. Beberapa nama lain telah ramai diperbincangkan di kalangan alumni sebagai calon Ketua Umum KAUMY. Di antaranya adalah Iqbal Shoffan Shofwan, Prof. Zuly Qodir, serta Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. Namun hingga saat ini, panitia belum menerima surat dukungan resmi dari Pengda maupun Pengcab untuk nama-nama tersebut.



Menurut Harisiyanto, panitia Munas tetap membuka ruang bagi seluruh kandidat sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. 


"Panitia masih menunggu jika ada surat dukungan lain yang masuk sampai pelaksanaan Munas. Semua diperlakukan sama dan sesuai mekanisme organisasi," ujarnya.


Munas KAUMY ke-8 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/12). Agenda lima tahunan ini tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua umum, tetapi juga ajang konsolidasi besar alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dari berbagai generasi, latar belakang profesi, dan wilayah. Panitia menilai, Munas kali ini memiliki arti strategis dalam merumuskan arah gerak KAUMY ke depan, baik dalam kontribusi terhadap almamater maupun peran alumni di tengah masyarakat.


Di tengah dinamika dukungan kandidat yang mulai mengemuka, panitia Munas menegaskan komitmennya untuk menjaga suasana yang kondusif. Harisiyanto menambahkan bahwa fokus utama panitia adalah memastikan Munas berjalan tertib, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah. Dengan demikian, seluruh proses diharapkan berlangsung demokratis dan bermartabat.


Sementara itu, dukungan terhadap kandidat lain juga mulai disuarakan oleh sebagian pengurus alumni. KAUMY Jakarta, misalnya, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Iqbal Shoffan Shofwan. Iqbal merupakan alumni Hubungan Internasional UMY angkatan 1997 yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Kementerian Perdagangan.


Ketua KAUMY Jakarta, Wahyu Sandhya Yudha Pangesti, menyampaikan alasan dukungan tersebut usai beraudiensi dengan Rektor UMY. 


"Kita usung Mas Iqbal sebagai kandidat Ketum KAUMY dalam pelaksanaan Munas KAUMY ke-8 ini, Beliau salah satu alumni terbaik UMY," ujar Wahyu, Jumat (26/12).


Pernyataan ini menunjukkan bahwa dinamika Munas tidak hanya tercermin dari jumlah surat dukungan yang masuk secara administratif, tetapi juga dari aspirasi dan komunikasi yang berkembang di internal alumni. Panitia pun memastikan seluruh aspirasi tersebut tetap mendapat ruang sepanjang mengikuti ketentuan organisasi.


Kini, para peserta Munas bersiap menyambut hari penentuan. Munas ke-8 KAUMY bukan semata memilih sosok ketua umum, melainkan momentum strategis untuk menentukan wajah, arah, dan peran organisasi alumni UMY di masa mendatang. Suara-suara alumni dari berbagai daerah diharapkan dapat dirangkum secara utuh demi memperkuat KAUMY sebagai rumah besar alumni yang solid dan berdaya guna.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama