BEKASI, suarapembaharuan.com - Memasuki tahun 2026, tantangan terbesar sekaligus menjadi pekerjaan rumah (PR) para Direksi Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi, adalah melakukan evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga sekaligus melakukan restrukturisasi utang.
![]() |
| Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi. (Ist) |
Sejak tahun kemarin, PR tersebut mulai gencar dikomunikasikan dengan pihak ketiga, selaku penyedia air curah kepada Perumda Tirta Bhagasasi. Selama bertahun-tahun, perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga yang telah ditandatangani, dirasa tidak menguntungkan bagi BUMD milik Pemkab Bekasi ini. Sehingga, perlu dilakukan evaluasi kerja sama. Tentunya, melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa melanggar norma hukum.
Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi telah berkali-kali menegaskan bahwa perjanjian dengan pihak ketiga harus menerapkan prinsip, saling menguntungkan kedua belah pihak. Tidak menguntungkan hanya satu pihak ataupun merugikan pihak lain.
“Memperhatikan kembali MoU kerja sama. Prinsipnya, sama-sama menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi, Ani Gustini, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1/2026).
Dewan Pengawas merupakan kepanjangan tangan dari Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Bhagasasi, dalam hal ini adalah Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.
Pemikiran Dewan Pengawas ini sejalan dengan keinginan para Direksi Perumda Tirta Bhagasasi. Agenda besar di tahun ini, adalah melakukan evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga, sekaligus melakukan restrukturisasi utang dengan pihak ketiga.
Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, juga mengatakan, evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga menjadi agenda utama program kerja tahun ini.
“Evaluasi kerja sama dengan pihak ketiga telah diagendakan untuk dibahas tahun ini. Akan ada restrukturisasi utang. Kita sedang berupaya agar perusahaan ini, menjadi lebih baik lagi ke depannya. Tahun ini, kita akan terus berbenah,” imbuhnya.
Dia mengajak seluruh pegawai yang tergabung bersama keluarga besar Perumda Tirta Bhagasasi, bahwa tahun 2026 menjadi tahun soliditas untuk bersama-sama membenahi perusahaan.
“Dewan Pengawas telah memberikan perhatian yang lebih, untuk keberlanjutan Perumda Tirta Bhagasasi. Dengan kondisi yang dihadapi Perumda Tirta Bhagasasi saat ini, Dewan Pengawas tidak ingin lagi, Perumda Tirta Bhagasasi semakin terpuruk. Tahun ini, menjadi tahun soliditas untuk terus berbenah di tubuh Perumda Tirta Bhagasasi,” pungkasnya. (MAN)
Kategori : News
Editor : ARS

Posting Komentar