JAKARTA, suarapembaharuan.com – Perayaan Natal Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menjadi momentum untuk mewujudkan kepedulian terhadap sesama dan kelestarian lingkungan.
![]() |
| Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, memberikan sambutan pada Perayaan Natal REI di Jakarta pada Jumat (30/1/2026). (Ist) |
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal REI di Jakarta pada Jumat (30/1/2026).
Perayaan Natal kali ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Natal REI Peduli Sesama dan Bumi”.
Menurutnya, tema dan subtema tersebut mencerminkan makna kelahiran Yesus Kristus sebagai Imanuel, Allah yang hadir dan menyertai manusia dalam seluruh aspek kehidupan.
“Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi juga sebagai panggilan untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata dalam kehidupan sosial, kemanusiaan dan ekologis,” kata Jeane Marie Tulung dalam keterangan tertulisnya.
Dia menambahkan, semangat Natal harus diwujudkan dalam aksi solidaritas dan kepedulian, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam.
Jeane Marie mengapresiasi penggalangan donasi yang dilakukan dalam rangkaian Natal REI sebagai bentuk nyata iman yang diwujudkan melalui kasih dan pelayanan kemanusiaan.
![]() |
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong penguatan layanan keagamaan berdampak. Layanan keagamaan dipahami tidak hanya sebagai aktivitas ritual, tetapi juga sebagai kekuatan transformasi sosial yang berkontribusi pada penguatan kerukunan, keadilan sosial, pengentasan kemiskinan dan keberlanjutan lingkungan.
Dalam kerangka tersebut, Kementerian Agama mengembangkan pendekatan ekoteologi yaitu integrasi nilai-nilai keimanan dengan tanggung jawab ekologis.
Ia menilai REI memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi ekoteologi melalui pembangunan perumahan dan real estat yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berkeadilan sosial.
“Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap martabat manusia. REI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas,” ungkapnya.
Selain itu, Jeane juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan lembaga filantropi keagamaan Kristen.
Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga filantropi, dan komunitas gereja berpotensi menghadirkan dampak sosial yang transformatif dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atas komitmennya dalam mengintegrasikan nilai keimanan dengan kepedulian sosial dan ekologis.
Ia berharap Perayaan Natal REI menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi nyata umat beragama dalam pembangunan bangsa. (MAN)
Kategori : News
Editor : ARS


Posting Komentar