JAKARTA, suarapembaharuan.com - Para pecatur Indonesia yang meraih medali di ajang SEA Games 2025 Thailand tak hanya mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Namun, apresiasi juga datang dari PB Percasi pimpinan Grand Master (GM) Utut Adianto. Penghargaan yang diberikan kepada para atlet bukan berbentuk uang, namun program setara uang.
"Kami mengharapkan prestasi pecatur nasional terus melejit kejenjang internasional. Untuk itu kami tidak sekedar menjanjikan bonus berupa materi saja, melainkan peluang para pecatur meningkatkan prestasi yang dimiliki, ” jelas Ketum PB Percasi, GM Utut Adianto di Jakarta, Sabtu (24/1/2026) malam.
Utut mengakui di SEA Games ke 33 Thailand sebagian besar nomor yang dipertandingkan milik tuan rumah yaitu makruk. Sedang di internasional FIDE hanya dua nomor saja.
Kendati begitu Utut bersyukur tim catur Indonesia masih mampu membawa pulang 1 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu. Bahkan dari delapan nomor yang dipertandingkan, tim catur Indonesia meraih medali di tujuh nomor.
Tanpa bermaksud mencari ‘kambing hitam’ Utut mengatakan, beragam faktor teknis dan non-teknis yang menyebabkan Tim Catur Indonesia kesulitan untuk mencapai target minimal meraih 3 emas di SEA Games 2025.
Menurutnya, para atlet sebenarnya bermain bagus hanya saja belum stabil. Hal itu disebabkan karena masa persiapan yang terbilang singkat dan beberapa faktor non-teknis lainnya.
“Karena Pelatnas kita baru dimulai lagi sejak kena efisiensi pada bulan Oktober. Sementara awal Desember sudah tanding,” tuturnya.
Dengan masa persiapan yang terbilang singkat tersebut katanya, tidak cukup waktu untuk membuat pecatur muda stabil pada best performanya. Apalagi nomor yang dipertandingkan tergolong nomor baru bagi para atlet muda tersebut.
Selain itu katanya, dalam masa persiapan menuju SEA Games 2025 Tim Catur Indonesia juga terkena imbas kebijakan efisiensi yang berujung pada pemangkasan jumlah atlet.
“Sempat dipotong jumlah atletnya cuma 3 putra dan 3 putri. Di mana kebuang para atlet junior. Jadi porsi latihan para junior ini praktis tidak sampai 2 bulan. Tidak cukup untuk membuat mereka berada di topformnya. Hal itu harus menjadi catatan kedepannya saat mempersiapkan pecatur menuju multi event internasional dengan nomor baru milik tuan rumah," tambahnya.
Hal itu juga diakui WIM Chelsie Monica Sihite. ”Memang persiapan atlet junior kurang setelah ada efisiensi tim menuju Thailand. Namun dengan perjuangan PB Percasi akhirnya jumlah atlet bertambah yang sebelumnya 3 putra dan 3 putri menjadi 8 putra dan 5 putri, meski waktu latihan sudah tersisa 2 bulan lagi menuju SEA Games," jelas Chelsie.
Kendati begitu atlet asal Kaltim itu masih bersyukur dapat memompa prestasi juniornya WIM Laysa Latifah berjuang meraih medali emas di nomor Catur Cepat ASEAN Quadruple Putri.
“Kami berharap para atlet junior semangatnya terus terpompa menghasilkan prestasi puncak, seperti yang dimiliki pecatur putra GM Susanto Megaranto dan GM Novendera. Begitu juga dengan GM putri Irine Kharisma, Dewi AA Citra dan Medina Aulia," tutup dia.
Kategori : News
Editor : AHS



Posting Komentar