Quotes Kultum Ramadhan

Oleh : KH. Imam Nur Suharno, SPd, SPdI, MPdI

Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat


Ramadhan, bulan yang penuh berkah kembali hadir. Kehadirannya senantiasa disambut dengan penuh sukacita. Bagaimana tidak, pada bulan ini Al-Qur`an diturunkan (dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah [langit dunia], lalu dari langit dunia ke Bumi); pahala amal shalih dilipatgandakan; pintu surga terbuka luas, sementara pintu neraka tertutup rapat; para setan dibelenggu; doa-doa dikabulkan; ada malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan; ampunan dan berkah disebarluaskan; serta kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terbuka sangat lebar.



Selama Ramadhan, kaum Muslimin sangat antusias mengikuti berbagai kajian keislaman, seperti kultum Ramadhan. Kultum, kuliah tujuh menit, begitu kita mengenalnya. Mengingat durasi waktu kultum yang terbatas, seorang penceramah harus bisa menyiapkan materi kultum yang singkat, padat, dan jelas. Dengan begitu, nilai-nilai pendidikan Ramadhan dapat diterima dengan mudah oleh para jamaah.


Berangkat dari itulah penulis menyusun materi kultum Ramadhan. Berikut penulis sajikan Quotes Kultum Ramadhan sesuai tanggal selama bulan Ramadhan. Dengan harapan, quotes ini menjadi materi alternatif yang bisa dijadikan materi kultum selama Ramadhan dan para penceramah tinggal melakukan pengembangan materi.


Tanggal (1). Selamat menunaikan ibadah puasa. Puasa membentuk manusia suportif, produktif, kreatif, dan solutif. (2) Puasa mendidik manusia untuk memiliki kemauan kuat untuk melakukan kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. (3) Puasa membentuk ketenangan jiwa sehingga orang yang berpuasa hidupnya akan selalu tumakninah, sakinah, dan istikamah hingga ke Jannah.


Tanggal (4) Puasa membentuk solidaritas. Rasa lapar dan haus memberikan pengalaman bagi orang yang berpuasa. Pengalaman ini segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. (5) Puasa membentuk kedisiplinan. Karena orang yang berpuasa akan berbuka pada waktu yang tepat, ia tidak akan berbuka sebelum benar-benar telah masuk waktu berbuka.


Tanggal (6) Puasa membentuk produktivitas. Orang yang berpuasa tidak akan membiarkan waktunya berlalu kecuali diisi dengan berbagai amal, sebagai bukti ia benar-benar telah melakukan yang terbaik untuk balasan yang istimewa (surga). (7) Puasa membentuk kreativitas. Orang yang berpuasa mampu mengembangkan imajinasinya sehingga mampu melahirkan kreativitas hidup sehingga tidak monoton.


Tanggal (8) Puasa membentuk jiwa penyabar. Karena puasa itu sendiri setengah dari kesabaran. (9) Puasa membentuk kejujuran. Meskipun tidak ada orang yang melihatnya, ketika ada kesempatan untuk membantalkan puasa, orang yang berpuasa tidak berani membatalkannya, karena ia meyakini ada yang selalu melihatnya yaitu Allah SWT. (10) Puasa itu membahagiakan. Orang yang berpuasa akan merasakan kebahagiaan yaitu ketika berbuka dan berjumpa Rabbnya.


Tanggal (11) Puasa itu menyehatkan. Orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah SWT maka akan sehat jasmaninya, rohaninya dan fikirannya. (12) Puasa itu membentuk kepercayaan diri. Karena orang yang berpuasa selalu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan ibadah puasa hingga batas waktu yang ditentukan. (13) Puasa itu mengokohkan ketahanan keluarga. Banyak momentum yang dapat mempertemukan anggota keluarga secara lengkap melalui berbagai kegiatan yang hal itu sulit didapatkan di luar Ramadhan.


Tanggal (14) Puasa membentuk manusia baru. Orang yang berpuasa karena iman dan hanya mengharap ridha Allah maka dosanya diampuni hingga seperti bayi yang baru dilahirkan. (15) Puasa melapangkan hati. Orang yang berpuasa memiliki hubungan yang kuat dengan Ilahi sehingga hati bersih dari noda iri dan dengki. (16) Puasa membentuk konsistensi diri. Orang yang berpuasa akan konsisten beribadah meski Ramadhan telah berakhir. Karena ia beribadah karena Allah, bukan karena Ramadhan.


Tanggal (17) Puasa itu menenangkan jiwa. Orang yang berpuasa akan semakin tenang hidupanya karena ia selalu berinteraksi dengan Al-Quran. (18) Puasa itu menguntungkan. Orang yang berpuasa akan memperoleh keuntungan di dunia seperti sehat dan bahagia serta di akhirat mendapatkan syafaat puasa dan Al-Quran. (19) Puasa itu mengingatkan. Orang yang berpuasa tidak mudah tergoda dengan suasana tempat perbelanjaan, karena ia menyadari dosa-dosanya belum tentu terhapuskan jika tidak benar-benar bertaubat kepada-Nya.


Tanggal (20) Puasa itu merubah. Tanda ibadah Ramadhan diterima adalah selesai Ramadhan seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. (21) Puasa membentuk komitmen. Orang yang berpuasa dikatakan berhasil manakala tetap menjalankan kebiasaan baik yang diajarkan selama mengikuti pendidikan Ramadhan. (22) Puasa memperkokoh silaturrahmi. Hal ini tampak dari semangat kaum muslimin untuk mudik silaturrahmi dengan sanak family.


Tanggal (23) Puasa membentuk jiwa berbagi. Melalui zakat fitrah orang yang berpuasa akan ringan berbagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari yang fitri. (24) Puasa itu menumbuhsuburkan cinta di hati. Puasa Ramadhan selalu dirindu para pencintanya. Kehadirannya dinanti, di dalamnya diisi dengan pendekatan diri kepada Ilahi, dan kepergiannya ditangisi. (25) Puasa meningkatkan kecerdasan intelektual. Puasa meningkatkan fungsi otak, protein yang diproduksi otak, dan hormon pertumbuhan. Sehingga membantu peremajaan dan regenerasi sel induk otak. Serta meningkatkan kemampuan otak dalam berpikir, bernalar, dan berkreasi.


Tanggal (26) Puasa meningkatkan kecerdasan emosional. Puasa membantu dapat mengendalikan emosi, menahan keinginan, dan memadamkan nafsu. Serta meningkatkan kecerdasan interpersonal, memungkinkan seseorang memahami perasaan, suasana hati, dan temperamen orang lain. (27) Puasa meningkatkan kecerdasan spiritual. Puasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Serta dapat membantu seseorang menjaga motivasinya agar tetap stabil.


Tanggal (28) Puasa membentuk jiwa istikamah dalam beramal. Orang yang berpuasa akan selalu berupaya menghidupkan malam-malamnya dengan berbagai amal ibadah dengan harapan meraih lailatul qadar yang dirindukan. (29) Puasa membentuk jiwa seimbang. Orang yang berpuasa selalu menghiasi dirinya dengan khauf (khawatir) amalnya tidak diterima sehingga banyak istighfar, dan raja’ (berharap) agar dipertemukan kembali Ramadhan tahun-tahun berikutnya dengan banyak berdoa. (30) Idul Fitri mengajarkan untuk kembali kepada jati diri insani, yaitu makhluk yang lemah dan membutuhkan Allah SWT dan momentum untuk menghaluskan hati serta menyingkirkan ego diri.


Semoga Allah membimbing kita kaum Muslimin melalui Quotes Kultum Ramadhan ini kita termotivasi memaksimalkan berbagai amalan ibadah Ramadhan dengan penuh keimanan dan ihtisaban sehingga layak meraih gelar takwa. Amin.


Kategori : Opini


Editor     : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama