JAKARTA, suarapembaharuan.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Indonesia. Siswa SMA Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Gavin Syafi Anggakara, berhasil meraih Cambridge Outstanding Learner Awards dengan predikat Top in the World untuk mata pelajaran English as a Second Language pada kualifikasi Cambridge IGCSE.
Penghargaan prestisius tersebut dijadwalkan akan diserahkan secara resmi oleh pihak Cambridge pada April 2026. Capaian ini sekaligus menempatkan Gavin sebagai siswa pertama dari Indonesia yang meraih predikat Top in the World pada ujian Cambridge IGCSE.
Kepala SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Budiawan, menyebut prestasi tersebut sebagai pencapaian luar biasa, baik bagi sekolah maupun pendidikan nasional.
“Capaian ini menunjukkan bahwa siswa Indonesia mampu bersaing dan unggul di tingkat global dalam sistem pendidikan internasional,” ujar Budiawan dalam konferensi pers di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Budiawan, ujian Cambridge IGCSE diikuti oleh siswa dari sekolah mitra Cambridge di berbagai negara. Gavin mengikuti ujian tersebut saat masih duduk di kelas X SMA, dan kini telah naik ke kelas XI.
"Ini pertama kalinya murid dari Indonesia meraih predikat Top in the World di Cambridge IGCSE. Pihak Cambridge bahkan berencana datang langsung ke Tangerang Selatan untuk menyerahkan penghargaan secara simbolis,” katanya.
Hadir dalam kesempatan yang sama Kepala SMP Kharisma Bangsa Ridho Anwar Tumbuan serta perwakilan Yayasan Kharisma Bangsa, Irsyad Affandi.
Budiawan menambahkan, prestasi Gavin mencerminkan konsistensi sekolah dalam menerapkan pendidikan berstandar internasional yang menekankan pengembangan akademik, karakter, dan daya saing global.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran yang kami terapkan mampu mendorong siswa berprestasi di level dunia,” ujar Budiawan yang juga mengajar Biologi di sekolah tersebut.
Selain unggul secara akademik internasional, Gavin juga aktif berprestasi di bidang sains. Pada Januari 2026, ia meraih medali perunggu Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) melalui inovasi Eco-Gel, produk ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah minyak goreng atau jelantah.
Inovasi tersebut mengolah jelantah menjadi bahan berbentuk gel yang mampu mengikat nutrisi tanah sehingga membantu pertumbuhan tanaman. Uji manfaat Eco-Gel telah dilakukan di laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sementara itu, Ridho Anwar Tumbuan menjelaskan bahwa Sekolah Kharisma Bangsa saat ini memiliki 512 siswa tingkat SMP dan SMA, dengan sistem single gender education yang dijalankan sesuai nilai dan budaya sekolah.
Sekolah yang berstatus Cambridge International School sejak 2017 ini menerapkan kurikulum hibrida, memadukan kurikulum Cambridge, kurikulum nasional sesuai ketentuan SPK Kemendikdasmen, serta kurikulum pengembangan sekolah.
“Kami mengusung visi membentuk siswa sebagai lifelong learners yang mampu berkontribusi secara global, dengan lima nilai inti EDGE-RISE: honesty, respect, independence, collaboration, dan excellence,” ujar Ridho.
Selain itu, Kharisma Bangsa juga menjadi pusat penyelenggaraan tes SAT dan IELTS bekerja sama dengan British Council, serta mencatatkan berbagai prestasi di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari tahun ke tahun.
“Kami percaya pendidikan tidak hanya tentang nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesiapan karier, dan kemampuan bersaing secara global,” pungkas Budiawan.
Foto : Kepala SMA Kharisma Bangsa Muhamad Budiawan (kanan) menjelaskan prestasi Gavin Syafi Anggakara di komplek sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan, Banten (31/1/2026).
Kategori : News
Editor : AHS



Posting Komentar