Syukuran Pecatur Irene– Eric, Eka Putra Wirya: Momen Syukur dan Harapan Regenerasi Catur Merah Putih

BEKASI, suarapembaharuan.com - Ada yang menarik dari kisah cinta pecatur Indonesia WGM Irene Kharisma Sukandar yang telah resmi menikah dengan pecatur berkebangsaan Amerika Serikat, IM Eric Rosen pada 7 Desember 2025 lalu.



Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya, menggelar acara syukuran pernikahan pecatur putri Indonesia Grand (WGM) Master Wanita Irene Kharisma Sukandar dengan IM Eric Rosen yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan Senin (9/2/2026) malam di Cafe Tutur-Checkmate Area, Bekasi, Jawa Barat.


Hadir di Acara Syukuran mantan Ketum PB Percasi Eddie Widiono, ketua Umum Yayasan BPK Penabur Adri Lazuardi, pengamat yang Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem dan beberapa atlet catur nasional serta penggemar catur dari berbagai kalangan.


Eka menilai momen tersebut bukan sekadar perayaan pernikahan, tetapi juga hadiah untuk Irene dan Eric sekaligus ajang silaturahmi insan catur Tanah Air.



“Ini tentu kebahagiaan bagi kita semua,” kata Eka memberikan sambutan. ” Kita bisa berkumpul bersama, para pecatur, pembina, dan penggemar catur. Pernikahan ini menjadi ungkapan rasa syukur, harapannya membawa kebahagiaan bagi semua,” sambung Eka.

 

Eka juga menyinggung perjalanan karier Irene, yang kini menetap dan berkiprah di Amerika Serikat. Ia optimistis keberadaan Irene di luar negeri justru membawa dampak positif bagi pembinaan catur di Tanah Air.


“Saya rasa pembinaan kita tetap berjalan. Pelatnas junior juga berjalan dengan baik. Ini bagian dari regenerasi. Sekarang kita lihat banyak pecatur cilik mulai menunjukkan prestasi yang membanggakan,” jelasnya.


Eka menyebut Irene sebagai sosok bersejarah bagi Indonesia karena menjadi grandmaster wanita pertama Tanah Air. Menurutnya, perjalanan karier Irene penuh perjuangan dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.



"Perjalanannya sangat panjang. Prestasi-prestasi hebatnya tercatat jelas. Yang saya lihat, Irene ini salah pecatur yang sangat berani. Ke mana pun dia pergi, dia berani sendiri sehingga tidak ada hambatan. Hal ini yang sering menjadi tantangan bagi pemain kita ketika ke luar negeri,” jelas dia.


Eka menambahkan, selain itu kemampuan Irene beradaptasi dan berkomunikasi dengan pecatur papan atas dunia menjadi nilai lebih. Saat ini, Irene juga terlibat dalam aktivitas catur di St. Louis, Amerika Serikat, yang dikenal sebagai pusat catur dunia.


“Di St. Louis itu semua pemain top dunia ada. Tentu keberadaan Irene di sana memberi manfaat juga bagi Indonesia,” ujar Eka.


Meski tinggal di luar negeri, Eka menegaskan bahwa Irene tetap membawa dan membela nama Indonesia.



“Dia tetap membela Merah Putih,” kata Eka. “Walaupun tinggal Irene yang juga kini menyandang gelar Master Internasional Putra tidak akan kehilangan momentum karena terus berlatih dan berkembang,” tegasnya.


Eka berharap ke depan akan muncul pecatur-pecatur lain yang bisa mengikuti jejak Irene. Menurutnya, proses pembinaan membutuhkan waktu dan konsistensi.


“Banyak pemain muda kita yang sekarang sedang kita kembangkan,” tutur Eka. “Beberapa bahkan berlatih tanpa didampingi orang tua karena berasal dari daerah. Ini semua adalah aset masa depan,” katanya.


Menutup pernyataannya, Eka juga menilai perkembangan catur putri Indonesia saat ini berada di jalur yang positif.


“Bagus. Ada beberapa pecatur putri hebat seperti Vero, Hilary, dan Kalakareta. Semua sedang dibina. Seiring waktu, hasilnya akan terlihat,” terang Eka.


Sementara Irene Kharisma Sukandar didampingi kedua orang tuanya serta saudara-saudaranya termasuk kedua orang tua Eric Rosen menyampaikan ucapan terima kasih kepada Eka Putra Wirya yang telah memberikan banyak dukungan dalam perjalanan karirnya.


"Kalau diceritakan mungkin membutuhkan waktu panjang untuk menyampaikan karena peran Pak Eka sebagai Pembina PB Percasi sudah diberikan saat dirinya berusia belasan tahun hingga saat ini," jelas Irene.


Eka Putra Wirya tambah Irene menjadi salah satu sosok besar dalam perjalanan karir dirinya termasuk juga pecatur-pecarur Indonesia saat ini, mungkin telah menghabiskan banyak materi sehingga banyak pencatur yang memberi julukan kepada beliau sebagai Master Kehidupan.

 

Senada dengan Eka, Irene mengatakan dirinya tetap tidak akan melepas kewarganegaraan Indonesia. “Saya masih main di PON. Karena saya itu tidak akan melepas kewarganegaraan Indonesia,” celetuk Irene dengan nada canda.


Irene dan Eric sejauh ini sama menyandang gelar Internasional Master (IM). Dari catur mereka dipertemukan sebelum sepakat melangkah untuk menikah.


Tak hayal, di syukuran yang merupakan hadiah dari Eka Putra Wirya untuk Irene, keduanya Irene dan Eric yang bertemu saat keduanya sama-sama bertemu dan menjalani kuliah S2 di Webster University Amerika Serikat melakoni catur cepat untuk memamerkan kepiawaian mereka kepada tamu undangan. Irene mampu mencatat kemenangan waktu satu detik atas suaminya Eric.


“Terima kasih untuk semuanya, tidak menyangka syukuran pernikahan disungguhi acara pertandingan termasuk partai simultan dan hadir sangat banyak tamu. Semoga saya dan Irene menjalani bahtera rumah tangga dengan rukun dan bahagia,” pungkas Eric.


Kategori : News


Editor     : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama