Viral Lagi Kasus Lexi, Untar Buka Suara soal Proses Penyelesaian

JAKARTA, suarapembaharuan.com - Kasus jatuhnya mahasiswa Universitas Tarumanagara (Untar), Lexi Valleno Havlenda, kembali menjadi perhatian publik setelah sang ibu, Levi Leonita Davies, mengunggah pernyataan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (30/1/2026). Dalam unggahan tersebut, Levi menceritakan kronologi peristiwa saat anaknya terjatuh dari lantai 6 gedung kampus ketika mengikuti latihan caving bersama kelompok pecinta alam, yang disebutnya menyebabkan kondisi kesehatan Lexi belum pulih hingga kini.



Merespons perkembangan tersebut, Kepala Humas dan Multimedia Untar, Rorlen SE MM menyatakan telah melakukan pertemuan dan dialog langsung dengan keluarga Lexi Valleno Havlenda, termasuk pertemuan terakhir yang berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026, di Kampus Untar. 


Rorlen menegaskan bahwa insiden terjadi saat yang bersangkutan melakukan kegiatan di kampus tanpa izin resmi dari universitas. Kegiatan tersebut dilakukan pada Jumat, 29 Maret 2024, yang merupakan hari libur nasional bertepatan dengan peringatan Wafat Isa Almasih. Karena bertepatan dengan hari libur, operasional kampus tidak berjalan sebagaimana biasanya, termasuk layanan fasilitas penanganan darurat.


“Untar menyesalkan bahwa peristiwa ini kemudian berkembang menjadi kegaduhan di ruang publik, khususnya di media sosial dan media massa, akibat beredarnya informasi yang tidak disertai penjelasan secara utuh dan menyeluruh,” ujar Rorlen dalam keterangan pers tertulis, Rabu (4/2/2026).


Rorlen menyebutkan kondisi tersebut berpotensi membentuk opini publik yang tidak proporsional serta menciptakan persepsi yang merugikan institusi, sementara proses komunikasi dan penyelesaian secara dialogis telah dilakukan dan senantiasa terbuka. 


Terkait berbagai pandangan yang berkembang, Untar menegaskan bahwa proses penyelesaian yang berlangsung bukan merupakan bentuk keterlambatan maupun pengabaian. Proses dialog dan pembahasan dilakukan secara cermat dan bertanggung jawab karena melibatkan berbagai pertimbangan akademik, kelembagaan, serta sejumlah pihak terkait, sehingga tidak dapat diselesaikan secara tergesa-gesa.


“Untar menyampaikan harapan terbaik agar saudara Lexi Valleno Havlenda tetap dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. Fokus institusi adalah pada keberlanjutan pendidikan saudara Lexi Valleno Havlenda, dukungan pemulihan fisik termasuk melalui bantuan dana, serta pendampingan psikologis, agar yang bersangkutan dapat melanjutkan studi hingga menyelesaikan pendidikan dan lulus sebagai alumni Untar sebagaimana mestinya,” ujarnya.


Oleh karena itu, Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait. Namun demikian, Rorlen mengatakan Untar menghormati keputusan keluarga Lexi Valleno Havlenda yang tidak bersedia menerima dukungan bantuan yang telah diupayakan.


“Untuk itu, kami berusaha mencari alternatif penyelesaian agar penanganan peristiwa ini dapat ditemukan jalan keluar secara objektif, adil, dan sesuai dengan ketentuan hukum serta tata kelola institusi yang berlaku,” kata Rorlen.


Ia menambahkan, Untar berkomitmen untuk menjalani seluruh tahapan proses ini secara bertanggung jawab, transparan, dan konsisten, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan, profesionalisme, dan kepastian hukum, serta mengedepankan kepentingan pendidikan.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama