JAKARTA, suarapembaharuan.com – Polri secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada Rabu, 25 Maret pukul 24.00 WIB.
![]() |
| Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol Tjahyono Saputro. (Ist) |
Meski begitu, pengamanan arus balik Lebaran masih dilanjutkan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) hingga Minggu, 29 Maret 2026. Akhir pekan ini diprediksi menjadi puncak arus balik gelombang kedua.
Polri mendata, secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib dan terkendali meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat,” kata Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol Tjahyono Saputro, dalam keterangannya Kamis (26/3/2026).
Dia menjelaskan, Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalur transportasi hingga simpul-simpul pergerakan masyarakat lainnya.
“Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mencakup pengamanan tempat ibadah, destinasi wisata, jalan tol, jalan arteri serta pelabuhan penyeberangan dan simpul transportasi lainnya,” jelasnya.
Selama operasi berlangsung, Polri melakukan pengamanan di 4.647 lokasi wisata, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun, 2.966 pusat perbelanjaan serta 121.803 tempat ibadah.
Pengamanan tersebut juga didukung oleh 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan dan 343 pos terpadu.
Selain itu, berbagai inovasi pelayanan turut dihadirkan seperti program Mudik Gratis Polri Presisi yang memberangkatkan 4.009 pemudik menggunakan 81 bus ke berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY. Lalu, layanan 24 jam di pos pengamanan dan pos pelayanan.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam operasi ini, melalui penggunaan Command Center Korlantas, ETLE Patrol, Traffic Accident Analysis (TAA), Road Accident Rescue (RAR), Mobile Command Center serta body camera.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh ‘stakeholder’, kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta masyarakat dan rekan-rekan media atas sinergi yang terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama periode Lebaran,” ungkapnya.
Berdasarkan data hingga 25 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, total kendaraan keluar Jakarta mencapai 2.521.125 unit. Sementara itu, kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 1.958.838 unit.
“Artinya, masih terdapat arus balik yang diprediksi terjadi pada gelombang kedua, tanggal 28 hingga 29 Maret 2026. Untuk itu, Polri akan terus siaga melalui KRYD,” ungkapnya.
Kelancaran arus lalu lintas, lanjutnya, tidak terlepas dari strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara dinamis dan berbasis parameter, seperti penerapan “contra flow” bertahap, “one way” lokal Presisi hingga “one way” nasional baik pada arus mudik maupun arus balik.
Selain itu, pemanfaatan tol fungsional seperti Japek II Selatan ruas Sadang–Deltamas–Setu dan Bocimi ruas Parungkuda–Karangtengah terbukti efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.
Dari sisi keamanan dan keselamatan, Polri mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,75 persen serta penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia hingga 30,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menegaskan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak terdapat gangguan kamtibmas maupun kejahatan menonjol. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari mudik, perayaan Idul Fitri hingga Hari Raya Nyepi, berlangsung aman dan kondusif.
Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan darurat 110 yang siaga 24 jam apabila membutuhkan bantuan. (MAN)
Kategori : News
Editor : ARS

Posting Komentar