Yuk Ketahui Manfaat Puasa bagi Penyandang Diabetes

TANGERANG SELATAN, suarapembaharuan.com - Puasa di bulan Ramadan memberikan manfaat penting bagi kesehatan tubuh manusia. Namun bagi penderita penyakit diabetes atau diabetesi, terdapat beberapa rambu atau aturan yang wajib diketahui dan dijalankan bila tidak ingin kadar gulanya meningkat tajam.



Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) dalam darah yang tinggi karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Tantangan terbesar saat berpuasa adalah menjaga keseimbangan kadar gula agar tidak mengalami hiperglikemia maupun hipoglikemia.


Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes Eka Hospital BSD Tangerang, Prof dr Hari Hendarto, mengatakan bagi penyandang diabetes, puasa yang dilakukan dengan tepat dan berdasarkan pantauan dokter, justru bisa menjadi momen reset untuk tubuh.


Ia mengungkapkan penyandang diabetes jangan sampai terjadi hipoglikemia, yakni penurunan gula darah drastis dibawah 70 mg/dL yang bisa memicu pusing, gemetar, lemas hingga pingsan. Biasanya terjadi pada siang hari. Begitu juga dengan hiperglikemia, yaitu lonjakan gula darah yang tidak terkendali akibat asupan karbohidrat maupun gula yang berlebih. Biasanya terjadi saat waktu berbuka puasa. 


"Jika diabetesi tidak mempersiapkan puasa dengan baik, salah satu dari hal ini bisa terjadi. Tetapi bukan berarti Anda tidak bisa berpuasa," kata dr Hari Hendarto kepada wartawan pada Selasa (3/3/2026). 


Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa. Namun, keputusan ini harus berdasarkan anjuran dan pantauan dokter. 


Pasien dengan risiko sangat tinggi, seperti penyandang diabetes tipe 1 dengan gula darah tidak tidak terkontrol, pasien dengan gagal ginjal, atau yang sedang hamil, memerlukan penilaian khusus dari dokter. Pastikan penyandang telah melakukan check-up setidaknya 2-4 minggu sebelum Ramadan dimulai.


Berikut cara aman berpuasa bagi diabetesi, yakni : 

1. Pantau gula darah mandiri: Lakukan pengecekan secara rutin (pagi, siang, dan sore). Ingat, melakukan tes darah jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis dan agama.


2. Minum dengan cukup: Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur) untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi ginjal.


3. Kenali kapan harus stop: Segera batalkan puasa jika gula darah berada di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL. Nyawa dan kesehatan adalah prioritas utama dalam beribadah.


4. Ikuti perintah dokter: Jangan pernah mengubah dosis obat atau insulin sendiri. Biasanya, dokter akan menyarankan pengurangan dosis obat saat sahur untuk mencegah hipoglikemia di siang hari, dan penyesuaian dosis saat berbuka. Konsultasi medis adalah wajib untuk menentukan jadwal obat yang baru sesuai ritme Ramadan Anda.


Puasa bermanfaat bagi kesehatan diabetesi jika dijalankan dengan pola yang benar. Berikut dampak positif puasa bagi sistem hormonal penyandang diabetes:


- Meningkatkan sensitivitas insulin

Puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola.


- Kontrol berat badan dan lemak

Penurunan berat badan yang sehat selama puasa akan mengurangi lemak visceral yang menjadi musuh utama diabetesi.


- Perbaikan HbA1c (Rata-rata kadar gula darah dalam 3 bulan). Dengan pola makan yang terjaga, puasa dapat memperbaiki rata-rata kadar gula darah (HbA1c) secara bertahap.


- Kesehatan jantung: puasa membantu menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil kolesterol, mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.


Dokter Hari Hendarto yang berpraktik di Eka Hospital BSD Tangerang ini mengungkapkan bahwa asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka maupun sahur sangat menentukan apakah puasa sebagai diabetesi berhasil atau tidak. Maka dari itu wajib memperhatikan makanan yang dikonsumsi.


"Saat sahur fokuslah pada karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum, sayuran) yang melepaskan gula secara perlahan, ditambah protein berkualitas agar kenyang lebih lama. Sementara saat berbuka hindari fenomena 'balas dendam'," terang dia. 


"Mulailah dengan air putih dan maksimal 1-3 butir kurma. Hindari gorengan dan kolak manis secara berlebihan. Makanlah secara bertahap agar pankreas tidak kaget," lanjut dokter Hari Hendarto. 


Menurutnya, puasa bisa menjadi momen transisi yang hebat untuk memperbaiki pola hidup dan kesehatan metabolisme. Namun, karena setiap diabetesi memiliki kondisi yang sangat personal, sehingga pendampingan atau konsultasi dari ahli adalah kunci utama keselamatan.


Dokter Hari Hendarto mengajak penderita diabetes melakukan evaluasi menyeluruh serta mengatur strategi nutrisi dan pengobatan yang aman, sehingga dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan gangguan kesehatan.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama