16 Tahun Summarecon Mempertegas Kota Bekasi Pusat Perdagangan, Jasa dan “Sport City”

BEKASI, suarapembaharuan.com - Kondisi geografis Kota Bekasi merupakan dataran rendah dan rawa-rawa atau persawahan. Bahkan, banyak kalangan menyebut beberapa wilayah Kota Bekasi sebagai kantung parkir air di saat musim hujan. 


Kawasan Kota Terpadu Summarecon Bekasi. (dok. SMB)

Para pemangku kepentingan berupaya mengubah wajah Kota Bekasi. Seiring dengan tuntutan kebutuhan hunian warga, tuntutan roda perekonomian daerah maupun tuntutan menuju kota metropolitan di wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta.   


Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengetahui betul perkembangan Bekasi dari masa ke masa. Nama-nama tempat seperti Rawa Lumbu, Rawa Semut, Rawa Tembaga, Rawa Bugel dan lainnya, memang dulunya merupakan area penampungan air dan area persawahan.


“Dulu, Bekasi itu wilayahnya ada rawa, area persawahan, area lumbung padi, zona dataran banjir. Bekasi identik dengan wilayah sentra pangan. Bahkan, sebagian besar dari sistem drainasenya adalah bekas irigasi persawahan,” kata Yayat Supriatna pada Jumat (10/4/2026).


Menurutnya, apabila tidak dilakukan penataan ulang tata ruang air, Bekasi terancam bencana banjir yang berulang. “Harus ada niat untuk menambah ruang airnya, apakah dengan membangun kolam retensi atau menambah polder air, embung air atau waduk,” ungkapnya.



Pemerintah daerah, kata dia, harus memetakan wilayah-wilayah rawan banjir, mengeluarkan kebijakan yang mengatur jangan lagi membangun rumah tapak (“landed house”) tetapi lebih condong mendorong pembangunan rumah susun/apartemen (“vertical house”).


Dalam dua windu terakhir, Kota Bekasi terus bertransformasi menjadi kota metropolitan. Dengan luas mencapai 210,49 km2 dan perkembangan populasi semakin pesat, masyarakat membutuhkan kawasan hunian yang nyaman serta kawasan sentra-sentra perekonomian yang dapat menunjang aktivitas warga.


Tentu, Pemerintah Kota Bekasi tidak bekerja sendiri melainkan berkolaborasi dengan swasta/investor untuk membangun kawasan permukiman terpadu.


Bermula dari momentum pada 10 Maret 2010 lalu, Summarecon hadir di Kota Bekasi dengan niat ingin “menyegarkan” wajah Kota Patriot. Momentum ini menjadi langkah awal Summarecon Bekasi merencanakan pengembangan kota terpadu.


Berlokasi di Rawa Bugel, Bekasi Utara, yang diklaim oleh pengamat perkotaan sebagai daerah kantung air, Summarecon Bekasi mulai merintis kawasan kota terpadu di Kota Bekasi.


Dalam setiap visinya, Summarecon selalu menekankan tiga kata kunci dalam pembangunan kawasan kota terpadu yakni memberikan rasa aman dan nyaman serta menyediakan fasilitas lengkap. 


Perencanaan Kota Terpadu Summarecon Bekasi diwujudkan dengan memperhatikan kemudahan aksesibilitas masyarakat dan kelengkapan sarana yang berorientasi pada “transit oriented development” (TOD). Kelengkapan fasilitas mulai dari pusat perbelanjaan, perhotelan, sarana pendidikan, sarana kesehatan hingga sarana olahraga yang mudah diakses sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup para penghuni, maupun masyarakat secara umum.


Salah satu kunci kesuksesan Summarecon Bekasi terlihat pada momentum 13 April 2013. Saat itu, pembangunan “flyover” KH Noer Ali Summarecon Bekasi di atas rel kereta, dapat diselesaikan. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam mengubah wajah Kota Bekasi menuju kota metropolitan. Kehadiran jembatan layang merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah serta swasta menghadirkan kawasan kota terpadu di Kota Bekasi. 


Dalam perkembangannya, jembatan layang ini menjadi solusi pemerintah daerah mengatasi kepadatan lalu lintas serta menjadi akses utama yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Bekasi. Selain itu, menjadi pendukung pertumbuhan sosial-ekonomi di wilayah utara yang diklaim lebih tertinggal dari wilayah selatan Kota Bekasi.


Summarecon Bekasi menjelma menjadi kawasan kota terpadu dan modern yang berkembang dengan pesat sebagai pusat perbelanjaan, kawasan hunian, gaya hidup maupun hiburan bagi masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya.


Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi saat itu, mencanangkan Kota Bekasi sebagai pusat perdagangan dan jasa. Potensi kekuatan perekonomian daerah bersumber dari sektor perdagangan dan jasa. Bukan dari hasil pertanian maupun perikanan.


Keberadaan Summarecon Mall Bekasi (SMB) tahap 1 telah mendapat tempat di hati masyarakat. Bahkan, menorehkan rekor dengan jumlah kunjungan terbanyak sepanjang tahun 2023 yakni menembus lebih dari 21 juta pengunjung. 


“Saat ini, Summarecon Bekasi sudah menjadi ikon dan destinasi oleh warga Bekasi dan juga kota-kota lainnya,” ujar Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Magdalena Juliati. 


Pengembangan kawasan kota terpadu terus dilakukan secara berkelanjutan. Baru-baru ini, SMB tahap 2 telah diresmikan. Kehadiran SMB tahap 2 semakin mempertegas Kota Bekasi sebagai pusat perdagangan. 


Di sektor jasa, awal April ini diresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Signature Summarecon Mall Bekasi berkapasitas 2,7 Megavolt Ampere (MVA). Dengan kapasitas sebesar ini memungkinkan 20 kendaraan listrik mengisi daya dalam waktu yang bersamaan. Lokasi berada di Parkir Barat The Downtown Walk. SPKLU ini, digadang-gadang memiliki kapasitas daya terbesar dan pertama di Indonesia.


Dalam beberapa kesempatan, Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi periode 2025-2030, Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe, menyebut Kota Bekasi tak hanya sebagai pusat perdagangan dan jasa tetapi juga sebagai “sport city”.


Menurut Tri Adhianto, Kota Bekasi memiliki peluang investasi yang luas di masa depan, mengingat posisinya sebagai pusat perdagangan dan jasa dengan dukungan infrastruktur transportasi yang terintegrasi. Selain itu, Kota Bekasi tengah bertransformasi menjadi “sport city” yang mendukung berbagai cabang olahraga dan pengembangan atlet.


Sejalan dengan visi misi kepala daerah tersebut, SMB tahap 2 juga menghadirkan inovasi pusat olahraga dan kebugaran di area “rooftop”. Fasilitasnya meliputi gym, badminton, futsal, basketball, padel, tennis, jogging track, olympic pool, kids pool, leisure pool, hydropool serta spa. Bukan suatu kebetulan semata, Summarecon Bekasi semakin mempertegas Kota Bekasi sebagai “sport city”.


Belum lagi, kegiatan rutin “car free day” (CFD) setiap pekan di Jalan Ahmad Yani hingga Summarecon Bekasi. Kegiatan ini, mampu menyedot ratusan hingga ribuan warga menikmati udara bersih di pagi hari sambil berolahraga.


Ke depan, Summarecon Bekasi semakin bersinergi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dan pusat serta pemangku kepentingan lainnya, untuk mengembangkan kawasan kota terpadu yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bekasi. 


Momentum 16 tahun Summarecon Bekasi bukan menjadi akhir mengubah wajah urban Kota Bekasi, melainkan terus berkelanjutan untuk kebaikan bagi generasi yang akan datang. (MAN)


Kategori : News


Editor      : ARS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama