JAKARTA, suarapembaharuan.com – Platform perdagangan aset kripto OKX meluncurkan kerangka kerja baru bersama BlackRock dan Standard Chartered untuk mengintegrasikan dana surat utang jangka pendek AS ter-tokenisasi, BUIDL, sebagai jaminan (collateral) dalam aktivitas perdagangan.
Langkah ini menjadi terobosan karena untuk pertama kalinya bank kategori globally systemically important bank (G-SIB) berperan sebagai kustodian dalam skema jaminan berbasis aset digital.
Melalui skema tersebut, investor institusi dan klien VIP OKX dapat menyimpan aset jaminan di kustodian teregulasi di luar bursa (off-exchange), namun tetap bisa melakukan transaksi secara terintegrasi tanpa perlu memindahkan aset antar platform.
BUIDL yang dikembangkan BlackRock dan ditokenisasi oleh Securitize dapat digunakan sebagai jaminan berimbal hasil (yield-bearing collateral), sehingga margin yang sebelumnya tidak produktif kini dapat menghasilkan imbal hasil.
“Kerangka kerja ini membuka peluang baru bagi investor untuk memanfaatkan jaminannya sekaligus memperoleh eksposur terhadap surat utang jangka pendek AS melalui blockchain,” ujar Global Head of Market Development BlackRock, Samara Cohen.
Dari sisi pasar, integrasi ini dinilai meningkatkan efisiensi modal sekaligus mengurangi risiko, terutama dengan keterlibatan Standard Chartered sebagai kustodian global.
Global Managing Partner OKX Haider Rafique mengatakan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) akan membuat pasar lebih efisien dan transparan.
“Ini menunjukkan bagaimana instrumen keuangan tradisional dapat beroperasi secara mulus di pasar digital,” ujarnya.
Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjembatani sektor keuangan tradisional (TradFi) dan ekosistem kripto, sekaligus mempercepat adopsi tokenisasi dalam infrastruktur pasar global.
Standard Chartered juga menegaskan bahwa perannya sebagai kustodian mencerminkan komitmen menghadirkan solusi yang aman dan sesuai regulasi bagi investor global.
“Peran kami sebagai kustodian dalam inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tepercaya dan inovatif bagi klien seiring perkembangan ekosistem keuangan. Dengan menyediakan kustodi yang aman atas BUIDL untuk skema jaminan ini, kami memastikan klien dapat mengakses peluang aset digital dengan standar perlindungan dan kepatuhan yang tinggi. Kerangka kerja ini menunjukkan bagaimana lembaga keuangan tradisional dan infrastruktur pasar digital dapat bekerja sama untuk menghadirkan aset ter-tokenisasi secara aman dan efisien kepada investor global,” ujar Margaret Harwood-Jones, Global Head of Financing and Securities Services di Standard Chartered.
“Kemitraan dengan G-SIB adalah pilihan yang disengaja, berakar pada bagaimana institusi sesungguhnya beroperasi. Klien yang sadar risiko mengharapkan jaminan perdagangannya disimpan oleh bank yang termasuk dalam kategori globally systemically important. Kerangka kerja ini dirancang untuk merefleksikan standar tersebut. Kombinasi struktur bankruptcy-remote dan sifat BUIDL sebagai jaminan berimbal hasil memberikan efisiensi modal sekaligus mitigasi risiko terbaik di kelasnya,” ujar Rifad Mahasneh, CEO OKX MENA dan CIS.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar