PWNU DKI Potong Hewan Kurban di Dharma Jaya, Ini Alasannya

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta memercayakan pemotongan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah kepada Perumda Dharma Jaya. Proses penyembelihan ini dipusatkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cakung, Jakarta Timur, guna memastikan proses yang higienis dan sesuai standar kesehatan kota global.



Ketua PWNU DKI Jakarta, Samsul Ma’arif, menyatakan kerja sama ini dilakukan untuk mendukung proses pemotongan hewan kurban yang lebih praktis, bersih, dan terstandarisasi. Langkah ini juga menjadi transformasi dari metode tradisional ke modern.


“Alhamdulillah tahun ini kami bekerja sama dengan Perumda Dharma Jaya karena lebih praktis dan dapat mengurangi pengotoran di tempat penyembelihan,” kata Samsul Ma’arif saat menyaksikan pemotongan hewan kurban di Perumda Dharma Jaya, Kamis (28/5/2026).


Pada Iduladha tahun ini, PWNU DKI Jakarta menerima sekitar 13 ekor sapi kurban berukuran besar dari berbagai tokoh. Di antaranya dari Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.


Samsul menjelaskan, pemotongan di RPH modern merupakan pengalaman pertama bagi PWNU DKI Jakarta. Ke depan, ia berharap model ini menjadi standar baru di ibu kota.


“Ke depan Jakarta sebagai kota global harus memiliki tempat penyembelihan hewan yang memang dikhususkan dan terstandarisasi. Jadi penyembelihan tidak lagi dilakukan sembarangan,” ujarnya.


Fasilitas Perumda Dharma Jaya dipilih karena telah menerapkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), memiliki sanitasi yang baik, serta didukung juru sembelih halal (Juleha) yang tersertifikasi.


“Selain menjaga kesehatan hewan, kebersihan sanitasi juga terjaga. Prosesnya lebih praktis dan cepat,” ungkap Samsul.


Ia juga berharap fasilitas pemotongan hewan modern serupa bisa diperbanyak di setiap wilayah kota administrasi di Jakarta agar distribusi layanan semakin merata.



“Ini bisa menjadi proyek percontohan. Pemerintah harus memberi contoh bahwa penyembelihan hewan dilakukan di tempat yang memang disiapkan secara khusus,” tegasnya.


Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyambut baik kepercayaan besar yang diberikan oleh salah satu organisasi keagamaan terbesar di Jakarta tersebut.


“Ini menjadi kebanggaan bagi Dharma Jaya karena mendapat kepercayaan dari PWNU untuk memproses hewan kurbannya di sini. Tentunya kami sudah memiliki standar yang diterima masyarakat dan dinas kesehatan,” kata Raditya.


Raditya sepakat dengan usulan PWNU terkait pemerataan fasilitas RPH modern di Jakarta agar tidak bertumpu di satu titik saja.


“Kalau ke depan ini bisa diwujudkan, maka pemotongan hewan tidak harus terpusat di Dharma Jaya saja, tetapi bisa merata sehingga seluruh warga Jakarta dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.


Usulan pengembangan fasilitas pemotongan hewan modern ini nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ditindaklanjuti.


Dalam kerja sama ini, Perumda Dharma Jaya menyediakan layanan menyeluruh mulai dari penyembelihan, pengemasan, hingga penyiapan distribusi. Daging kurban tersebut nantinya akan didistribusikan oleh PWNU DKI Jakarta ke masyarakat melalui enam cabang PCNU di wilayah Jakarta.


Raditya memastikan seluruh proses pemotongan dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan diawasi ketat oleh tenaga profesional bersertifikat.


“Insyaallah semua dilakukan sesuai syariat dan diawasi langsung dalam proses pemotongannya,” ungkap Raditya.


Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, terdapat 744 juru sembelih halal yang disiapkan pada momentum Iduladha tahun ini. Hingga sehari sebelum pemantauan, jumlah hewan yang dipotong di Dharma Jaya telah mencapai sekitar 250 ekor dan terus bertambah.


Kategori : News


Editor     : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama