JAKARTA, suarapembaharuan.com - Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) memastikan anggaran pembelian 1.098 ekor sapi kurban dengan taksiran biaya mencapai Rp100 Miliar, meski itu tanpa diketahui oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, harus dapat dimaklumi.
![]() |
| Gandi Parapat |
Koordinator PMPHI Wilayah Sumut, Gandi Parapat mengatakan, pembelian sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto, harus dimaklumi mengingat Kepala Negara ini sangat peduli dengan rakyatnya. Program ini sama seperti program makanan bergizi gratis (MBG) yang lagi ramai dibicarakan.
"Ini merupakan kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap umat yang melaksanakan Idul Adha. Prabowo lebih hebat dari mantan presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi)," ujar Gandi Parapat.
Gandi menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto bisa menjadi pemimpin negara yang paling hebat atau terbaik di seluruh dunia dalam kepedulian terhadap rakyatnya, jika Presiden Prabowo Subianto bisa tiap hari membagikan 1.098 ekor sapi untuk rakyatnya. Nilai tersebut dinilai tidak terlalu besar mengingat kekuasaan Prabowo Subianto yang tanpa batas.
"Kalau saya menduduki jabatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saya pastinya akan mengajukan pengunduran diri. Atau sebagai Kepala Negara, Presiden tentunya bisa mencopot Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Alasannya, penggunaan anggaran sudah menguap ke permukaan," ungkap Gandi.
Menurut Gandi, tidak ada alasan dari berbagai pihak untuk mempersoalkan Presiden Prabowo Subianto menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan positif karena lebih perduli terhadap rakyatnya.
"Kami sangat yakin jika program Presiden Prabowo Subianto untuk ke depannya akan lebih hebat lagi. Tentunya ini belum pernah dilakukan mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo. Prabowo akan mengukir sejarah buat bangsa ini," sebutnya.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar