Unpam Ajak Siswa SMK Techno Media Belajar Desain, Jadi Pengguna Media Cerdas di Era Algoritma

SERPONG, suarapembaharuan.com - Arus informasi di media sosial hari ini tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh pilihan pengguna. Di balik layar, algoritma bekerja menyaring, memilih, dan merekomendasikan konten berdasarkan jejak digital setiap orang, mulai dari durasi menonton, klik, like, komentar, hingga akun yang sering diikuti. Hal ini menjadi salah satu materi dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi dan Desain, Universitas Pamulang di SMK Techno Media, Serpong, Banten, Kamis (30/4/2026).



Melalui materi bertajuk “Pengembangan Model Edukasi Kesadaran Algoritmik dalam Pola Konsumsi Media Digital pada Siswa SMK Techno Media”, para siswa diajak memahami bahwa media sosial bukan ruang yang netral. Konten yang muncul di beranda, halaman rekomendasi, maupun For You Page merupakan hasil kerja sistem yang membaca kebiasaan pengguna secara terus-menerus. 


Dosen Universitas Pamulang, Mira Natalia Pellu, menjelaskan bahwa algoritma bekerja dengan cara mengumpulkan data, menganalisis perilaku, lalu memilih konten yang dianggap paling relevan untuk ditampilkan kembali kepada pengguna.


“Proses ini membuat pengguna semakin sering melihat konten yang sesuai dengan minat atau pola interaksi sebelumnya,” jelas Mira.


Namun, kemudahan itu juga memiliki risiko. Siswa juga dikenalkan pada konsep filter bubble dan echo chamber, yaitu kondisi ketika seseorang hanya terpapar informasi yang serupa dengan pandangan atau kebiasaannya sendiri. Akibatnya, pengguna dapat kehilangan kesempatan melihat sudut pandang berbeda dan lebih mudah menerima informasi secara pasif.


Kepala SMK Techno Media, Riyon, menyambut baik kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan dinilai selaras dengan kebutuhan pembelajaran siswa, terutama yang berkaitan dengan jurnalistik dan desain komunikasi visual.



“Jurusan yang ada di sekolah kami memang berkaitan dengan materi yang akan diberikan, seperti broadcasting dan desain komunikasi visual. Karena itu, kegiatan ini penting bagi adik-adik semua. Semoga apa yang disampaikan dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi siswa,” ujar Riyon saat membuka kegiatan.


Materi ini juga menekankan bahwa generasi muda tidak cukup hanya mahir menggunakan media sosial. Mereka perlu memiliki kesadaran kritis untuk memahami bagaimana informasi dibentuk, diarahkan, dan dikonsumsi di ruang digital.


Selain literasi algoritmik, kegiatan ini juga mengkaji pentingnya penerapan konsep visual dalam desain grafis, dengan materi yang disampaikan oleh dosen Desain Komunikasi Visual, Mutmainnah. Ia menegaskan bahwa karya visual yang baik tidak hanya bergantung pada penguasaan tools seperti Canva, Photoshop, Corel, atau perangkat berbasis kecerdasan buatan, melainkan terletak pada penguatan konsep, komposisi, dan pesan yang ingin disampaikan pada suatu desain. 


Para siswa dikenalkan pada prinsip dasar desain seperti kontras, penyelarasan, pengulangan, dan ruang kosong. Dengan pemahaman tersebut, desain tidak sekadar terlihat ramai, tetapi mampu menyampaikan pesan secara jelas, menarik, dan sesuai dengan target audiens.


Melalui kegiatan ini, siswa SMK Techno Media diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator dan komunikator digital yang kritis. Di tengah derasnya arus konten, kecakapan utama yang perlu dimiliki generasi muda bukan hanya kemampuan memakai media, melainkan kemampuan memahami, memilah, dan mengendalikan cara mereka berinteraksi dengan media digital.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama