Di Usia 67 Tahun, Yayasan Tarumanagara Perluas Aksi Sosial untuk Masyarakat

JAKARTA, suarapembaharuan.com – Memasuki usia ke-67, Yayasan Tarumanagara menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat peran di bidang pendidikan, tetapi juga  memperluas aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Foto: Perayaan HUT ke-67 Yayasan Tarumanagara di Auditorium Lantai 8 Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2026).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Yayasan Tarumanagara yang digelar di Auditorium Lantai 8 Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Barat, Kamis (18/6/2026).


Ketua Dewan Pembina Yayasan Tarumanagara, Indra Gunawan Masman, menyampaikan penghormatan kepada para pendiri dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi perkembangan organisasi. Termasuk turut mendorong kemajuan kemajuan Universitas Tarumanagara (Untar) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia.


Menurut Indra, salah satu kunci keberhasilan yayasan terletak pada pembagian peran yang jelas antara yayasan dan universitas.


“Para pendahulu telah membangun sistem yang kuat dengan pembagian peran yang tegas. Yayasan mengelola sumber daya dan memastikan keberlanjutan organisasi, sementara universitas fokus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tata kelola seperti inilah yang membuat organisasi mampu bertahan dan terus berkembang hingga hari ini,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa keberlangsungan institusi tidak boleh bergantung pada figur tertentu. Oleh karena itu, regenerasi kepemimpinan harus menjadi bagian dari budaya organisasi yang sehat.



“Organisasi yang sehat adalah organisasi yang berani memberi kesempatan kepada generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan visi. Keberlanjutan lahir dari sistem yang hidup serta regenerasi yang berjalan baik,” katanya.


Indra juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan zaman.


“Yang harus dijaga bukan hanya kekuatan yang sudah ada, tetapi juga kemampuan mengenali dan memperbaiki kelemahan. Dengan begitu, Yayasan Tarumanagara akan tetap relevan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tuturnya.


Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Ariawan Gunadi, mengatakan usia ke-67 menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi sosial yayasan di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.


Menurutnya, keberadaan yayasan tidak hanya berfokus pada pengembangan pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.



“Di usia ke-67 tahun, kami ingin semakin hadir di tengah masyarakat. Kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini membuat masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Karena itu, fungsi sosial yayasan harus terus dijalankan secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.


Berbagai program sosial terus dijalankan secara rutin, mulai dari pemberian beasiswa, donor darah, layanan kesehatan, bantuan kebencanaan, hingga kerja sama dengan panti asuhan, panti jompo, dan rumah ibadah.


Ariawan menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan.


“Kami ingin manfaat yayasan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya saat perayaan ulang tahun, tetapi menjadi aktivitas yang terus berjalan dari waktu ke waktu,” katanya.


Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun Yayasan Tarumanagara mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk mendukung program beasiswa dan berbagai kegiatan sosial lainnya.


“Untuk beasiswa saja nilainya mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Itu belum termasuk bantuan kesehatan, bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana, bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, rumah ibadah, maupun berbagai kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.


Menyiapkan Kampus Masa Depan


Selain memperkuat fungsi sosial, Yayasan Tarumanagara juga terus berinvestasi dalam pengembangan pendidikan dan infrastruktur.


Dalam kurun hampir lima tahun terakhir, yayasan telah menyelesaikan sekitar 120 proyek pembangunan dan pengembangan yang mencakup fasilitas pendidikan, ruang komunal, infrastruktur kampus, serta sarana pendukung pembelajaran.


Menurut Ariawan, seluruh proyek tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang semakin modern dan nyaman bagi mahasiswa maupun tenaga pendidik.


Salah satu agenda strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah pembangunan Kampus 4 Universitas Tarumanagara di atas lahan seluas sekitar 138,5 hektare.


“Kami sedang menyelesaikan desain master plan Kampus 4. Mudah-mudahan pada 2027 kita bisa bersama-sama melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus baru yang akan menjadi salah satu tonggak penting perkembangan Untar di masa depan,” ujarnya.


Sementara itu, Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Amad Sudiro, mengapresiasi dukungan yayasan yang selama ini menjadi motor penggerak berbagai transformasi di lingkungan universitas.


Menurutnya, pengembangan fasilitas dan infrastruktur yang dilakukan yayasan telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kenyamanan civitas akademika.


“Yayasan Tarumanagara terus menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung kemajuan universitas. Berbagai pengembangan sarana dan prasarana yang dilakukan sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh civitas akademika,” katanya.


Amad menilai sinergi antara yayasan dan universitas menjadi modal penting bagi Untar untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.


“Apa yang dilakukan Yayasan Tarumanagara saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kampus, tetapi juga oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, kesehatan, dan pengabdian yang kami jalankan bersama,” pungkasnya.


Kategori : News


Editor      : AHS

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama