LONDON, suarapembaharuan.com – Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management di Inggris. Kunjungan ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam reaktivasi dan optimalisasi MRF yang dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam upaya percepatan penutupan TPA open dumping.
![]() |
| Bersama Jeremy Blake, CEO PackUK. |
“Kesan saya melihat Biffa MRF ini adalah salah satu best practice reaktivasi dan optimalisasi MRF yang bisa menjadi inspirasi pemerintah daerah,” ujar Jumhur Hidayat
Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup sedang melakukan pembenahan-pembenahan di MRF untuk menuju penutupan. Ini bisa menjadi satu contoh bagaimana MRF yang optimal bisa benar-benar memberikan nilai tambah ekonomi yang cukup besar, selain tentu saja untuk menurunkan timbulan sampah.
Menteri Jumhur mengamati teknologi pemilahan dan pemisahan jenis-jenis sampah anorganik yang dilakukan oleh Biffa secara cepat, efisien dan menghasilkan bahan baku berkualitas tinggi. Prinsip ini sangat relevan untuk diterapkan di Indonesia, dengan syarat diawali oleh pemilahan sampah yang baik dari hulunya.
“Teknologi pemilahan/pemisahan jenis-jenis sampah anorganik di sini dilakukan secara cepat dan efisien, dengan output berupa bahan baku yang berkualitas,” jelas Menteri Jumhur.
“Prinsip ini tentunya dapat diterapkan di Indonesia, asal diawali dengan pemilahan yang baik. Kemudian peran aktif offtaker/industri daur ulang, serta tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility - EPR). Semua pihak harus memainkan perannya secara optimal.” terang Jumhur Hidayat.
Kesiapan Indonesia Menerapkan EPR dan Transisi Ekonomi Sirkular Indonesia menunjukkan kesiapan yang tinggi dalam menerapkan skema EPR. Regulasi terkait saat ini sedang dalam tahap penyusunan dan diharapkan akan segera rampung.
“Indonesia sangat siap menerapkan EPR. Saat ini aturan sedang disusun, kita harapkan bisa selesai dalam waktu dekat,” kata Jumhur Hidayat.
Kunjungan ini juga menegaskan komitmen Indonesia untuk bertransformasi dari ekonomi linier menuju ekonomi sirkular. Dengan penutupan TPA open dumping, diharapkan pemilahan sampah di hulu akan berjalan optimal, mengubah sampah terpilah menjadi komoditas bernilai ekonomi.
“Dengan adanya penutupan open dumping, kita harapkan pemilahan sampah di hulu terjadi. Apabila pemilahan berjalan baik, tentu sampah yang terpilah ini akan menjadi komoditi,” tambah Menteri Jumhur
“Potensi kompos dari sampah organik dan potensi bahan baku industri dari sampah anorganik. Otomatis ekonomi sirkular akan tercipta.” tutupnya.
Peluang Kerjasama Indonesia sangat terbuka dengan peluang kerjasama, termasuk dengan Biffa Waste Management untuk mempercepat implementasi praktik pengelolaan sampah terbaik juga pengembangan ekonomi sirkular di tanah air.
Kategori : News
Editor : AHS

Posting Komentar